Upaya Damai Kasus Sopir Anggota DPRD Jabar Pukul Staf Hotel Bertepuk Sebelah Tangan

Kompas.com - 19/06/2020, 09:30 WIB
Anggota DPRD Jabar RHD menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan warga Jawa Barat atas kelakuan anak buahnya yang memukul staf hotel KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANAnggota DPRD Jabar RHD menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan warga Jawa Barat atas kelakuan anak buahnya yang memukul staf hotel

CIANJUR, KOMPAS.com – RHD anggota DPRD Jawa Barat berharap kasus dugaan pemukulan yang dilakukan sopirnya terhadap staf Hotel Le Eminence Puncak bisa berakhir damai.

Pihaknya pun telah menyampaikan itikad tersebut ke manajemen hotel dan pihak korban.

“Saya sudah menyampaikan bahwa insiden kemarin adalah hal yang tidak kami inginkan,” kata RHD kepada wartawan usai dimintai keterangan sebagai saksi di Polsek Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Anggota DPRD Jabar Minta Maaf Sopirnya Pukul Staf Hotel gara-gara Masker

Selain itu, pihak terlapor juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan pihak manajemen hotel.

“Secara kemanusiaan, pribadi, sosial ataupun perusahaan dengan lembaga DPRD, sudah tidak ada masalah, sudah maaf-memaafkan. Namun, permintaan kami soal pencabutan laporan belum direspon,” ujar dia.

“Proses hukum katanya mau dilanjutkan. Kalau begitu, ya kita mengikuti,” sahut RHD.

Proses hukum tetap berjalan

Terpisah, Legal Divisi Hotel Le Eminence Puncak Pajaruddin menegaskan, proses hukum atas kasus tersebut tetap berjalan.

"Kami mendesak ke pihak kepolisian agar proses hukum tetap dilakukan pengembangan, penyelidikan, dan penyidikan," kata Pajar dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Kendati demikian, pihak korban maupun manajemen hotel telah menerima permintaan maaf pihak terlapor.

Baca juga: Diancam Anggota DPRD dan Dipukul Sopirnya, Staf Hotel: Saya Harus Pastikan Semua Tamu Pakai Masker

“Sebelum dibuat laporan ke kepolisian pun telah dimaafkan. Jadi, di sini tidak ada tendensi apapun mengenai upaya kita untuk melanjutkan proses hukum ini. Hal ini semata untuk mengedepankan proses penegakan hukum dan memberikan pelajaran untuk kita semua," ujar dia.

Selain itu, juga sebagai bentuk perlindungan hukum terharap karyawan yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di tempat kerja.

“Oleh karena itu, kami akan terus lanjut kasus ini," imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X