Majelis Etik Tentukan 2 Opsi Sanksi untuk Pejabat Bondowoso yang Main Tiktok di Meja Kantor

Kompas.com - 18/06/2020, 18:24 WIB
Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat. KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoWakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat.

JEMBER, KOMPAS.com – Majelis Kode Etik Pemkab Bondowoso memberikan dua opsi sanksi bagi kasus joget Tiktok yang dilakukan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Harry Patriantono.

Dua opsi itu akan diberikan kepada Bupati Bondowoso Salwa Arifin untuk dipilih. Setelah itu, Bupati Salwa akan mengirimkan pilihan sanksi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ketua Majelis Etik Irwan Bachtiar mengatakan, sebanyak enam saksi telah diperiksa terkait kasus itu.

Mereka di antaranya, Harry Patriantono dan perempuan yang berada dalam video Tiktok tersebut, Ayu Ismail.

Lalu, empat pegawai di lingkungan Dinas Pariwisata Bondowoso. Saat diperiksa, kata Irwan, Ayu mengaku sebagai rekanan Dinas Pariwisata.

Baca juga: TikTok Tari Ular Berujung ke Meja Majelis Etik, Dilakukan Pejabat Bondowoso Bersama Perempuan

“Pengakuan hanya sebatas rekanan,” kata Irwan pada saat dihubungi Kompas.com Kamis (18/6/2020)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Politisi PDIP itu mengaku rekomendasi akan diberikan kepada Bupati besok. Meski begitu, Irwan tak memerinci dua opsi sanksi itu.

“Opsi nanti saja kalau sudah turun dari KASN, Intinya pasti ada sanksi,” kata Irwan yang juga Wakil Bupati Bondowoso itu.

Majelis memasrahkan pilihan opsi sanksi kepada Bupati Bondowoso. Pilihan bupati, kata Irvan, akan dipertimbangkan kembali oleh KASN.

Bupati akan menerapkan sanksi setelah surat pemberitahuan dikeluarkan KASN.

“Akan eksekusi sanksi akan dilakukan setelah dari KASN turun,” jelas dia.

 

Sebelumnya Kepala dinas pariwisata dan olahraga Pemkab Bondowoso, Harry Patriantono menjadi sorotan warga karena membuat video Tiktok bersama seorang perempuan di kantornya.

Perempuan tersebut merupakan temannya. Dalam video itu Harry berdiri diatas meja sedang memeragakan meniup seruling tarian ular.

Sementara sang perempuan berada di bawah ikut menari. Video yang dibuat melalui aplikasi Tiktok dibuat atas nama akun @ayuismail33 berdurasi 17 detik.

Dalam video kedua, Hari duduk di meja sambil mengangkat kakinya. Sedangkan, perempuan berdiri di meja di belakangnya sambil menari mengikuti irama musik.

Baca juga: Pejabat Bondowoso yang Main TikTok dengan Perempuan di Meja Kantor Diperiksa Majelis Etik

Harry mengaku khilaf dengan pembuatan video tiktok tersebut. Pembuatan video tik tok itu hanya untuk hiburan.

“Saya tidak dalam keadaan mesum, tidak dalam berangkulan, cuma buat tik tok aja,” kata Harry pada Kompas.com saat dihubungi via telpon Jumat (12/6/2020).

Menurut dia, video tersebut memang tidak etis karena dilakukan seorang pejabat.

“Karena saya sebagai seorang pejabat, dimana saya harus jadi contoh, di situlah khilafnya saya, salahnya saya,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.