Peredaran Ganja dalam Pipa PVC Terbongkar, Dikendalikan dari Lapas Bogor

Kompas.com - 18/06/2020, 16:13 WIB
Satuan Narkoba Polres Karawang mengungkap modus baru pengedaran ganja yang dikemas dengan pipa PVC. Hal ini disampaikan dalam press conference di Mapolres Karawang, Kamis (18/6/2020). KOMPAS.COM/FARIDASatuan Narkoba Polres Karawang mengungkap modus baru pengedaran ganja yang dikemas dengan pipa PVC. Hal ini disampaikan dalam press conference di Mapolres Karawang, Kamis (18/6/2020).

KARAWANG, KOMPAS.com - Satuan Narkoba Polres Karawang mengungkap modus baru pengedaran ganja yang dikemas dengan pipa PVC.

Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin mengatakan, sindikat yang ditangkap mengemas 6,850 kilogram ganja kemudian disamarkan ke dalam enam pipa PVC alias paralon sepanjang setengah meter.

"Satu pipa bisa dipecah lagi menjadi 10 paket kecil," kata Arif dalam konferensi pers di Mapolres Karawang, Kamis (18/06/2020).

Baca juga: Enam Jam Mendaki Bukit, Polisi Temukan Ladang Ganja di Kebun Kopi

Ganja dalam pipa ini tidak diedarkan dari tangan ke tangan, tersangka yang berhasil diringkus polisi menggunakan modus tempel.

Bandar menyimpan pipa di suatu tempat, pengedar lalu mengambil paket itu tanpa perlu bertatap muka.

Pengungkapan bermula dari dibekuknya E di daerah Klari dengan barang bukti 100 gram ganja. E mengaku membeli dari A.

Polisi kemudian meringkus A di rumahnya di Kotabaru dan menemukan ganja yang dimasukkan dalam pipa paralon.

"A mengaku ganja tersebut didapat dari Bogor dari seorang warga binaan Lapas Bogor, yang kini menjadi DPO, yang diambil dengan cara tempel," ujar Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Agus Susanto.

Baca juga: Polisi Ungkap Penyelundupan 336 Kg Ganja, Dikemas dalam Sofa yang Dikirim dari Aceh

Ungkap 15 kasus narkoba

Selain ganja, Satnarkoba juga mengamankan barang bukti dalam kasus lain, yakni 624,82 gram sabu-sabu, 52.350 butir obat-obatan terlarang, 42 butir pil ekstasi, dan 15 ponsel berbagai merk.

"Kami juga mengamankan 20 tersangka dari 15 kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Karawang," kata Kapolres Karawang Arif Rachman Arifin.

Pihaknya, kata Arif, tengah menyelidi lebih lanjut terkait kasus tersebut, termasuk melalui jalur mana narkoba tersebut dikirim.

Para tersangka pengedar obat keras tertentu dijerat Pasal 196 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Pengedar psikotropika dijerat Pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kemudian pengedar atau bandar sabu terancam Pasal 144 Jo 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun hukuman bui dan maksimal seumur hidup atau mati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Seorang Dokter Ditemukan Tewas

Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Seorang Dokter Ditemukan Tewas

Regional
Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris yang Rencanakan Pengeboman di Aceh

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris yang Rencanakan Pengeboman di Aceh

Regional
Kepala Bapenda Jateng Tavip Supriyanto Meninggal Dunia

Kepala Bapenda Jateng Tavip Supriyanto Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X