Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Hanung Bramantyo: Terima Kasih Pak Ganjar, Sudah Bikin Kota Lama Keren

Kompas.com - 18/06/2020, 13:27 WIB
Hanung Bramantyo saat bertemu Ganjar di di rumah dinas Gubernur, Puri Ledeh, Rabu (17/6/2020) Dok. Pemprov JatengHanung Bramantyo saat bertemu Ganjar di di rumah dinas Gubernur, Puri Ledeh, Rabu (17/6/2020)

KOMPAS.com – Sutradara film Indonesia Hanung Bramantyo terkesan dengan tampilan dan penataan Kota Lama Semarang saat berkunjung ke sana, Rabu (17/6/2020).

Ia pun berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang telah berperan dalam membuat keren Kota Lama.

“Terima kasih pak Ganjar, sudah bikin Kota Lama keren," kata Hanung dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat bertemu Ganjar di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Ledeh usai jalan-jalan di Kota Lama.

Baca juga: Pecinta Kuliner Legendaris? Cobain 6 Kuliner di Kota Lama Semarang Berikut

Menurut Hanung, Kota Lama sekarang sudah berubah. Cantik, bersih, dan bebas foto pre wedding.

Namun, satu yang kurang di Kota Lama adalah gedung kesenian. Padahal, ada bekas bangunan sejarahnya yang tidak jauh dari ikon Kota Lama, yakni Gereja Blenduk.

Hanung pun mengusulkan impiannya agar Kota Lama Semarang bisa menjadi pusat kebudayaan dan kesenian.

"Tadi sudah saya sampaikan ke pak Gubernur, semoga cepat merespons,” ujar Hanung.

Ia tampak memperlihatkan sesuatu kepada Ganjar dalam foto yang ia unggah melalui akun Instagram-nya, Rabu (17/6/2020). Namun, apa yang ditunjukkan itu masih rahasia.

“Nantikan di 2021, yah. Semoga bioskop kembali normal agar cantiknya Kota Lama Semarang terpampang di layar. Aamin," tulis Hanung pada caption foto.

Kota Lama yang suram di masa lalu

Sebelumnya, Hanung Bramantyo sudah empat kali menjadikan Kota Lama Semarang sebagai lokasi syuting.

Namun dalam caption foto Instagram-nya yang sama, ia menulis bahwa Kota Lama yang dulu tidak seperti sekarang. Bahkan, ia pernah menjadi korban mafia jalanan di sana saat hendak syuting.

Menurut dia, Kota Lama 12 tahun yang lalu masih dipenuhi masalah domestik, mulai dari pungli, sampai tidak adanya perawatan pada bangunan tua yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

"Banyak mafia jalanan yang 'bermain' di sana. Jangankan mau pasang kamera. Motret aja sudah dipalaki,” tulis Hanung.

Baca juga: Kunjungan Jokowi di Semarang, Disambut Ribuan Warga hingga Gowes ke Kota Lama

Dirinya pun sudah menyampaikan curhatannya kepada Pemerintah Kota Semarang kala itu. Namun, Kota Lama tetap suram karena permasalahan tidak kunjung dirampungkan.

Meski demikian, eksotisme Kota Lama Semarang tetap membuatnya jatuh hati sejak syuting film Ayat-ayat Cinta pada 2008. Ia berpendapat, Kota Lama layak menjadi pusat kebudayaan dan kesenian.

"Saya membayangkan Kota Lama jadi studio alam, pusat budaya, seni seperti Broadway. Seniman-seniman berhamburan di jalan, nyanyi, berteater, pantomim," tulis Hanung.

Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya