Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Pekerja Seni Berharap Hajatan dan Acara Hiburan Diperbolehkan

Kompas.com - 18/06/2020, 13:01 WIB
Farida Farhan,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

KARAWANG, KOMPAS.com - Ratusan pekerja seni di Karawang, Jawa Barat, mengajukan protes.

Mereka merasa tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, setelah empat bulan tak ada pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Forum Solidaritas Pekeria Seni Karawang (FSPSK) Budi Setiawan meminta Pemkab Karawang dan aparat keamanan membuka ruang gerak bagi pekerja seni.

Baca juga: Datang ke Gunungsitoli, Warga Manado Ini Jadi Pasien Corona Pertama

Mereka ingin hajatan dan acara hiburan kembali diizinkan.

Sejauh ini, mereka mengaku telah mengikuti anjuran pemerintah mengenai protokol kesehatan.

Namun mereka merasa tidak diperhatikan mengenai kesempatan untuk mendapatkan pemasukan.

"Kami minta diizinkan meski dengan pembatasan. Kami juga bersedia mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak dan pakai masker," ujar Budi saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Bupati Karawang, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Tercatat 2.250 Perempuan di Karawang Hamil

Meski begitu, Budi mengatakan, apa yang dilakukan ratusan pekerja seni tersebut bukan sebagai unjuk rasa.

Menurut dia, mereka hanya mengantar perwakilan komunitas pekerja seni agar didengar pendapatnya oleh anggota DPRD Karawang.

"Ini hak mereka mengungkapkan (aspirasi)," kata dia.

Meski tak menyebut berapa jumlah pekerja seni di Karawang yang terdampak, Budi mengungkapkan bahwa sudah empat bulan mereka kehilangan mata pencaharian.

Ratusan acara hiburan dan hajatan dibatalkan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

Mulai dari wedding organizer, komunitas panggung, kasidah, hingga pekerja seni tradisional.

Budi mengatakan, kegiatan kali ini berbentuk parade gelar budaya.

"Maknanya hajatan adalah ladang kami menafkahi diri sendiri dan keluarga," ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com