Ditetapkan Jadi Tersangka, Sekda Bondowoso Minta Pemeriksaan Ditunda

Kompas.com - 18/06/2020, 11:20 WIB
Sekretaris Daerah Pemkab Bondowoso Saifullah menjadi tersangka atas kasus ancaman pembunuhan istimewa/Kompas.comSekretaris Daerah Pemkab Bondowoso Saifullah menjadi tersangka atas kasus ancaman pembunuhan

JEMBER, KOMPAS.com – Polres Bondowoso menjadwalkan ulang pemanggilan Sekretaris Deaerah (Sekda) Bondowoso Syaifullah. Syaifullah tak bisa menghadiri pemeriksaan pertama sebagai tersangka.

Pemanggilan pertama sebagai tersangka dilakukan pada Selasa (16/6/2020). Tapi, Syaifullah mengirimkan surat untuk menunda pemeriksaan.

Baca juga: Pembunuh Terapis di Surabaya Ditangkap, Mengaku Bayar Pijat Pakai Uang Kuliah

“Satreskrim sudah melakukan pemanggilan, tapi ditunda karena ada surat dari kuasa hukum beliau, meminta untuk ditunda,” kata Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/6/2020).

Erick belum memastikan kapan jadwal pemeriksaan ulang itu dilakukan. Ia hanya menjawab pemeriksaan dilakukan dalam waktu dekat.

Kuasa hukum Sekda Syaifullah, Husnus Sidqi mengaku, kliennya sedang sibuk melakukan sejumlah kegiatan sehingga tak bisa menghadiri pemeriksaan.

Kliennya juga telah mengirimkan surat penundaan pemanggilan ke Polres Bondowoso.

“Kami pasrahkan pada kepolisian, kapan akan dipanggil lagi,” tambah dia.

Ia memastikan Sekda Syaifullah akan memenuhi panggilan selanjutnya dari polisi.

Sebelumnya, Polres Bondowoso menetapkan Sekda Syaifullah sebagai tersangka atas kasus pengancaman dengan pembunuhan.

Sekda disangka Pasal 45b UU ITE Jo 335 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Perkara tersebut bermula saat Sekda Saifullah sempat mengancam melakukan kekerasan pada mantan kepala BKD Alun Taufana. Akibat ancaman itu, Alun Taufana mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca juga: Viral, Video WN Amerika Ditangkap Warga karena Diduga Mencuri Perhiasan Emas

Ancaman kekerasan itu terjadi sebelum pelantikan Sekda Syaifullah. Saat itu, Syaifullah menghubungi pegawai BKD dan menilai BKD lamban serta tidak mengindahkan perintah bupati tentang pelantikan Sekda.

Tak hanya itu, Syaifullah mengancam memindahkan dan memenjarakan seluruh staf BKD. Ancaman tersebut terekam dan tersebar di media sosial.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X