Kasus Penipuan Putri Arab Saudi Dilimpahkan ke Kejari Gianyar

Kompas.com - 18/06/2020, 08:21 WIB
Dua tersangka kasus dugaan penipuan Putri Arab Saudi tiba di Kejari Gianyar, Rabu (17/6/2020). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINDua tersangka kasus dugaan penipuan Putri Arab Saudi tiba di Kejari Gianyar, Rabu (17/6/2020).

GIANYAR, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar telah menerima tersangka dan berkas perkara kasus dugaan penipuan terhadap Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud dari Bareskrim Polri, Rabu (17/6/2020).

"Kejari Gianyar telah menerima pelimpahan tahap II dari Bareskrim Polri, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti. Tersangka masih dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penuntut Umum dan kita secepatnya akan melimpahkan ke Pengadilan Negeri Gianyar," kata Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Agung Mardiwibowo di Gianyar, Rabu.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Terapis Pijat di Surabaya, Pelaku Sempat Bakar Mayat Korban

Kedua tersangka yakni EAH dan EMC memiliki hubungan keluarga, yakni ibu dan anak. Kejari Gianyar juga menerima sejumlah barang bukti seperti beberapa unit mombil dan surat kepemilikan lahan.

"Barang bukti unit mobil sudah kita titipkan di Rupbasan Denpasar karena kami tak memadahi menempatkan mobil tersebut," kata dia.

Agung mengatakan pelimpahan dilakukan kepada Kejari Gianyar karena menyesuaikan lokasi kejadian.

Kedua tersangka akan ditahan di Polres Gianyar. Tersangka akan dilimpahkan ke PN Gianyar setelah jaksa penuntut umum meneyelesaikan dakwannya.

"Persidangan menggunakan protokol kesehatan sesuai massa pandemi Covid-19," kata Agung.

Menurut Agung, ibu dan anak itu diduga melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan terhadap Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud.

Mereka berjanji akan membangun villa di Tampaksiring, Gianyar. Putri Arab Saudi pun mengirimkan uang sebesar 36 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 550 miliar.

Baca juga: Berkas Perkara Tersangka Penipu Putri Arab Saudi Dinyatakan Lengkap

Tapi, kedua tersangka tak membangun vila yang dijanjikan itu. Uang tersebut dipakai membeli tanah dan mobil.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X