Kompas.com - 18/06/2020, 00:45 WIB
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berikut barang bukti yang berhasil diamankan, saat memberikan penjelasan kepada awak media dalam rilis pengungkapan kasus di halaman Mapolres Gresik. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berikut barang bukti yang berhasil diamankan, saat memberikan penjelasan kepada awak media dalam rilis pengungkapan kasus di halaman Mapolres Gresik.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Cahyo Widodo (49) warga Kabupaten Kediri diamankan Polres Gresik karena membuat uang palsu yang diedarkan di wilayah Gresik hingga Jawa Tengah dan Jakarta.

Diperkirakan sebanyak Rp 200 jutauang palsu yang dicetak Cahyo yang beredar di wilayah Gresik dan sekitarnya.

Meluasnya peredaran uang palsu yang diproduksi oleh Cahyo karena pria asal Kediri tersebut memiliki anak buah di beberapa daerah.

Dari tangan Cahyo, polisi berhasil mengamankan uang palsu Rp 58 juta dan uang asli sebesar Rp 4.337.000.

Baca juga: 4 Warga Jatim Edarkan Uang Palsu ke Jakarta hingga Jawa Tengah

Cahyo sudah memproduksi uang palsu sejak tahun 2019. Total sudah ada Rp 200 juta uang palsu yang edarkan.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Cahyo belajar membuat uang palsu dari media sosial.

"Belajar dari media sosial. Sejak 2019 sudah produksi uang palsu Rp 200 juta dan sudah diedarkan," ucap Arief Fitrianto, Selasa (16/6/2020) dilansir dari Surya.co.id.

Total ada tiga anak buah yang dipekerjakannya untuk mengedarkan uang palsu dengan cetakan Rp 100.000 kepada masyarakat.

Biasanya uang palsu tersebut dibelanjakan untuk membeli bahan pokok.

"Uang dibelanjakan untuk bahan pokok. Belanja uang palsu dan kembalian uang asli," kata dia.

Baca juga: Kehabisan Bensin Saat Kabur Usai Beli Gorengan Pakai Uang Palsu, 3 Remaja Ditangkap

Terungkap gara-gara mi instan

Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan Bank Indonesia dan Polri di Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Penangkapan Cahyo Widodo adalah hasil pengembangan dari Arief Aryunanda Sukarno yang membeli mi instan, rokok dan air mineral.

Ia membeli barang terssebut dengan uang Rp 100.00 palsu di sebuah toko di daerah Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada 10 Juni 2020.

Pemilik curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sriyorejo.

Usai ditangkap ternyata tersangka mendapatkan uang palsu dari sang ayah, Eko Sukarno.

Baca juga: Kejari Jaksel Musnahkan Narkoba, Senjata, Uang Palsu dari 273 Perkara

Di kamar kos Eko di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, polisi mengamankan uang palsu senilai Rp 13 juta.

Polisi juga mengamankan Nazamuddin Arief (48) di Desa Pucanganom RT46/RW 05, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun dengan uang Rp 14 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan mobil Toyota Innova.

Uang palsu yang dicetak oleh Cahyo ternyata masuk di Jawa Tengah dan Jakarta.

Dari keterangan Cahyo, pihaknya menerapkan skema satu banding tiga untuk uang palsu yang dibuat.

Baca juga: Kasus Uang Palsu Senilai Miliaran di Tasikmalaya, Tertangkap Saat Cari Dukun dan Dibawa dari Jakarta

Bagi yang berminat dengan uang palsu produksinya harus membayar Rp 1 juta, lalu Cahyo memberikan Rp 3 juta uang palsu.

Menurut Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kanwil Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Abrar pihak akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Kejaksaan, untuk menekan adanya peredaran uang palsu yang beredar di masyarakat.

"Kedepannya juga kita bisa menerapkan 3 D dilihat, diraba dan diterawang agar masyarakat tahu mana uang palsu dan uang asli," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamzah Arfah | Editor: David Oliver Purba

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul AWAS Rp 200 Juta Uang Palsu Beredar di Gresik dan Sekitarnya, Pelaku Belajar di Medsos, Ini Modusnya,



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X