Kompas.com - 17/06/2020, 19:40 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengungkapkan, penularan Covid-19 di Kota Ambon saat ini sangat masif karena penularan virus tersebut terjadi melalui transmisi lokal.

Wendy menuturkan, dari hasil kajian para ahli epidmiologi yang menganalisa virus tersebut di Kota Ambon, sistem penularan Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Maluku itu sangat tinggi dengan skala 2,2 reproduction number (RO).

“Penyebaran virus corona di Ambon saat ini sangat tinggi. Angka RO di Kota Ambon sendiri itu 2,2 jadi satu orang positif itu bisa menularkan ke dua orang,” kata Wendi, kepada wartawan, di Kantor Wali Kota Ambon, Rabu (17/6/2020).

Dia menuturkan, saat ini ada sebanyak 272 pasien positif yang sedang menjalani perawatan medis.

Baca juga: PSBB Diterapkan, Rumah Makan dan Warkop di Ambon Tidak Bisa Terima Tamu

Jika menggunakan pendekatan RO Kota Ambon yang mencapai 2,2, maka saat ini ada sebanyak 598 orang terpapar Covid-19 yang masih berkeliaran di Kota Ambon.

“Kalau sekarang yang dirawat itu 272 orang itu berarti 272 dikali 2,2 ada jadi ada sekitar 598 kasus terkonfirmasi positif yang ada di tengah-tengah masyarakat, nah mereka ini OTG yang harus kita cari dengan teman-teman,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menuturkan, banyak dari warga yang terpapar Covid-19 dan masih dicari itu merupakan orang tanpa gejala, sama seperti pasien yang telah terkonfirmasi positif dan saat ini tengah ditangani tim medis.

Pihaknya terus berupaya keras untuk menemukan 598 warga yang diduga telah terpapar tersebut, caranya dengan melakukan tracing dan rapid test secara massal.

Ratusan orang tersebut harus dapat segera ditemukan, sebab jika terlambat mereka akan menularkannya ke keluarganya yang rentan seperti orangtua di atas 60 tahun, ibu hamil, dan keluarga mereka yang memiliki penyakit.

“Karena kalau tidak cepat ditemukan, 598 orang ini bisa menularkan lagi ke yang lain khususnya keluarga mereka,” ujar dia.

Baca juga: Gubernur Maluku ke Wali Kota Ambon: Jangan Terlalu Cengeng

Dia menambahkan, dalam keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang ada, pihaknya terus berusaha untuk mengidentifikasi orang-orang tersebut agar mereka segera dipisahkan dari keluarga mereka yang sehat.

“Olehnya itu akan kami cari dan ditangani agar bisa dipisahkan dari orang-orang yang sehat, ini untuk memutus rantai penyebaran corona semakin parah,” ujar dia.

Terkiat RO Kota Ambon yang mencapai 2,2 itu, Wendy menyatakan Kota Ambon belum dapat menerapkan new normal karena persyaratan sebuah wilayah menerapkan new normal itu apabila RO-nya 1.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.