Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beramai-ramai Menyerbu Puncak Bogor...

Kompas.com - 17/06/2020, 18:55 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

 

Kepadatan di "jalur tikus"

Hal senada dikatakan Nana (47), pedagang di dekat Masjid Atta'awun.

Menurut Nana, banyak wisatawan sampai ke Puncak, karena berhasil menembus "jalur tikus" atau jalan pintas.

Padahal, menurut Nana, Pemerintah Kabupaten Bogor masih menutup sejumlah wisata di wilayah Puncak.

Nana menyaksikan betapa tidak mudah mencegah kedatangan wisatawan yang berjumlah ribuan orang itu.

Bahkan, petugas pun kewalahan melakukan penjagaan, lantaran banyak yang nekat melalui jalur tikus atau permukiman warga.

"Sabtu kemarin masih landai, enggak terlalu macet. Nah Minggu sore baru sudah macet, ada 5 kilometer dan itu lebih parah kemarin macetnya dibanding weekendsebelumnya. Rata-rata yang mendominasi kendaraan roda dua," kata Nana.

Baca juga: Puncak Bogor Diserbu Wisatawan, Bupati Akui Keterbatasan Petugas

Bagi Nana, kemacetan di jalur Puncak Bogor seperti merasa kebingungan, antara takut penularan Covid-19 dan bahagia karena ada penghasilan.

"Lumayan jadi tambah penghasilan. Tapi di satu sisi kita juga khawatir, karena wisatawan dari plat B ramai-ramai kumpul di sini dan kebanyakannya enggak pakai masker," ujar dia.

Berharap pengawasan lebih ketat

Nana juga mempertanyakan sejauh mana PSBB proporsional ini menjadi solusi bagi warga yang terdampak.

Menurut dia, penting untuk kembali memperketat aturan PSBB supaya tidak ada lagi yang nekat melewati jalan tikus dan jumlah wisatawan bisa dikendalikan.

"Jangan salahkan kita juga, tapi perketat di bawahnya, jangan sampai orang ke sini lagi. Kalau tidak, protokol kesehatan yang diperketat," kata Nana.

Baca juga: Ridwan Kamil: Objek Wisata Belum Dibuka untuk Warga Luar Jabar

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com