Wali Kota Ambon: Rumah Sakit Penuh, 53 Pasien Positif Masih di Rumah

Kompas.com - 16/06/2020, 21:49 WIB
Wali Kota AMbon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota AMbon, Anthony Gustaf Latuheru saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota Ambon, Sabtu (6/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota AMbon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota AMbon, Anthony Gustaf Latuheru saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota Ambon, Sabtu (6/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 53 pasien positif Covid-19 di Kota Ambon yang masih berada di rumah dan belum bisa dirawat di rumah sakit dan lokasi karantina di Kota Ambon.

Richard mengatakan, puluhan pasien positif tersebut masih bertahan di rumahnya lantaran seluruh rumah sakit dan pusat karantina pasien Covid-19 di Kota Ambon telah penuh.

“Saat ini, ada 53 pasien masih di rumah karena semua rumah sakit sudah penuh, lokasi karantina juga tidak bisa lagi menampung semua,” kata Richard, dalam acara diskusi dengan topik pergulatan Maluku di tengah pandemi, yang digagas Forum Bahasa Media, via video konferensi, Selasa (16/6/2020) malam.

Baca juga: Gubernur Maluku ke Wali Kota Ambon: Jangan Terlalu Cengeng

Richard menuturkan, untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku untuk memakai Balai Diklat Pertanian sebagai lokasi penampungan para pasien positif.

“Karena semua sudah penuh, maka kami koordinasi untuk pakai balai diklat pertanian, dan besok itu sudah bisa dipakai,” kata dia.

Richard mengaku, Pemerintah Kota Ambon juga mencari solusi lain untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Salah satunya, dengan mencari hotel untuk para pasien.

“Kami juga lagi cari hotel untuk tempat menampung pasien ini, kami pikirkan semua solusinya agar semua masalah bisa tertangani,” kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X