Puncak Bogor Diserbu Wisatawan, Bupati Akui Keterbatasan Petugas

Kompas.com - 16/06/2020, 16:31 WIB
Sejumlah kendaraan mengular di Jalur Puncak Bogor dari arah Gunung Mas sampai Masjid AttaAwun, Bogor, Minggu (14/6/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah kendaraan mengular di Jalur Puncak Bogor dari arah Gunung Mas sampai Masjid AttaAwun, Bogor, Minggu (14/6/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kawasan Puncak di Bogor, Jawa Barat, mulai diserbu wisatawan pada akhir pekan.

Hal itu terlihat dari kepadatan kendaraan yang terjadi selama akhir pekan pada 13 dan 14 Juni 2020.

Hal itu diakui Bupati Bogor Ade Yasin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Nazaruddin Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin

"(Wisatawan) dari luar Bogor, karena rata-rata pelatnya dari luar," kata Ade.

Menurut dia, kemacetan terjadi karena masih ada warga yang nekat bergerak ke arah Puncak melalui "jalan tikus" atau jalan pintas yang mulai diketahui wisatawan.

Jalan pintas ini sering dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor agar tidak terlihat petugas Gugus Tugas Covid-19.

"Arah puncak banyak jalan tikusnya dan ini dimanfaatkan oleh pengendara motor sehingga puncak macet terus," ujar Ade.

Baca juga: Misteri 2 Kapal Hilang di Laut Bangka Terjawab Setelah 12 Jam Pencarian


Ade yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyayangkan hal itu, karena saat ini masih masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional.

Sampai saat ini, menurut Ade, tim pengamanan Gu­gus Tugas Covid-19 hanya bisa mengimbau wisatawan untuk tidak berbondong-bondong datang ke Puncak, Bogor.

"Kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat, khususnya dari luar Bogor, agar tidak berbondong-bondong ke puncak, tunggu sampai kondisi membaik saja," kata Ade.

Baca juga: Pasien dari Klaster Pasar Cileungsi Bertambah, Pedagang Mulai Mau Dites

Ade mengakui bahwa penyebab kemacetan juga karena minimnya petugas di check point atau pos pemeriksaan.

Dengan begitu, jumlah kendaraan yang masuk tidak terkontrol dengan baik.

"Karena keterbatasan aparat, jadi tidak semua jalan masuk ke puncak bisa dikontrol dan untuk saat ini kami hanya bisa mengimbau," kata Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X