Korban Penggelapan Karyawati Bank di Tegal Bertambah, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Kompas.com - 16/06/2020, 09:59 WIB
Kanit III Satreskrim Polres Tegal Kota Ipda Yunus Al Imron saat membaca rekening koran milik tersangka karyawati bank penggelap uang nasabah, di Mapolres Tegal Kota, Senin (15/6/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiKanit III Satreskrim Polres Tegal Kota Ipda Yunus Al Imron saat membaca rekening koran milik tersangka karyawati bank penggelap uang nasabah, di Mapolres Tegal Kota, Senin (15/6/2020)

TEGAL, KOMPAS.com - Jumlah laporan masyarakat yang diduga menjadi korban penggelapan Febrinita (39), karyawati Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Central Artha di Kota Tegal, Jawa Tengah, terus bertambah.

Kanit III Sat Reskrim Polres Tegal Kota Ipda Yunus Al Imron mengatakan, saat ini sudah ada empat korban yang melapor dengan total kerugian mencapai Rp 4 miliar.

Awalnya, tersangka ditangkap karena laporan nasabah atau korban Virgina yang mengaku merugi Rp 1,3 miliar.

Baca juga: Gelapkan Uang Nasabah Miliaran Rupiah, Karyawati Bank di Tegal Dibekuk Polisi

"Total yang sudah melapor ke Polres Tegal Kota sebanyak empat orang, dengan total kerugian sekitar Rp 4,070 miliar," kata Yunus saat ditemui  di Mapolres Tegal Kota, Senin (15/6/2020).

Yunus mengatakan, pihaknya masih menelusuri aset dan aliran dana yang diduga digelapkan oleh tersangka.

"Kita sempat cek beberapa rekening koran. Namun saldonya nol. Kita masih telusuri kemana uangnya," kata Yunus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi juga telah memanggil sejumlah rekan kerjanya di BPR Central Artha untuk meminta keterangan.

"Jumat pekan lalu kita panggil Kabag operasional untuk dimintai keterangan sebagai saksi," kata Yunus.

Baca juga: Sulitnya Penerapan Jaga Jarak di Pasar Tradisional Saat New Normal di Kota Tegal

Disampaikan Yunus, tersangka bekerja di BPR Central Artha menjabat sebagai Kabag Treasury atau kepala bagian yang memiliki kewenangan penuh mengatur uang simpanan dan deposito milik nasabah.

"Dari tangan tersangka kita amankan alat printer untuk mencetak bilyet palsu, surat bilyet palsu, dan handphone. Yang jelas kita masih kembangkan," pungkas Yunus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.