Sedang Ramai Telur Infertil, Puluhan Ribu Butir Telur Ditolak Masuk Bangka

Kompas.com - 12/06/2020, 22:46 WIB
Petugas saat mendata telur tanpa dokumen di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. KOMPAS.com/HERU DAHNURPetugas saat mendata telur tanpa dokumen di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Puluhan ribu butir telur ditolak masuk dan diedarkan di Kepulauan Bangka Belitung karena tidak dilengkapi dokumen sanitasi produk hewan.

Kepala Balai Karantina Pangkalpinang Saifuddin Zuhri mengatakan, telur tersebut tidak terjamin kesehatannya karena tidak dilengkapi dokumen.

Petugas melakukan penahanan dan kemudian mengembalikannya ke daerah asal.

"Telur ayam kampung, telur bebek, telur asin mentah dan telur puyuh masuk ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Pangkal Balam menggunakan alat angkut truk milik salah satu ekspedisi dan menggunakan kapal KM Sawita beberapa hari lalu," kata Saifuddin dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Curiga Harga Murah, Satgas Pangan Temukan Telur Infertil Dijual di Pasar Tasikmalaya

Dia menuturkan, telur masuk dalam komoditas seperti halnya hewan dan tanaman yang bisa menjadi salah satu media pembawa penyakit.

Sehingga lalu-lintasnya harus diawasi. Setiap orang yang hendak mendistribusikannya, maka wajib melengkapi dokumen sertifikasi kesehatan.

Telur yang masih dalam kendaraan tersebut, dicegat saat turun dari kapal. Dari pendataan petugas diketahui telur ayam kampung 16.800 butir/ 70 ikat, telur bebek 480 butir/2 ikat, telur asin mentah 8.700 butir/ 58 dus dan telur puyuh 121.500 butir/ 135 ikat.

"Setelah dihitung ulang dan dipisahkan yang pecah, telur yang ditolak sebanyak 93.690 butir dan sisanya dalam kondisi rusak dilakukan tindakan karantina pemusnahan dengan disaksikan pemilik dan pihak ekspedisi," tutur Zuhri.

Baca juga: Ridwan Kamil: Jabar Surplus Beras, Defisit Telur

Sementara itu pemilik dan pihak ekspedisi sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Adapun pemulangan menggunakan truk dan kapal yang sama.

"Perlu diketahui, melalulintaskan hewan, produk hewan ataupun tumbuhan antar area apabila tidak dilengkapi dokumen karantina telah melanggar Undang-undang Nomor 21/2019 dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar," pesannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.