14 Tenaga Medis RSUD Tulehu Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Bakal Jalani Rapid Test

Kompas.com - 12/06/2020, 19:12 WIB
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat malam (12/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKetua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat malam (12/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang mengumumkan 14 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ishak Umarela Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, positif terinfeksi Covid-19.

Kasrul mengatakan, salah satu pasien positif Covid-19 merupakan direktur RSUD dr Ishak Umarela Tulehu.

"Tenaga medis di RSUD Tulehu yang positif corona itu ada 14 orang, bukan 18. Yang empat positif itu keluarganya, jadi 14 tenaga medis yang terpapar, satu yang saya ketahui itu direkturnya," kata Kasrul di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (12/6/2020),

Kasrul menjelaskan, awalnya tim mengambil sampel cairan tenggorokan dari 21 orang yang terdiri dari tenaga medis dan keluarganya. 

Berdasarkan hasil uji laboratorium menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR), sebanyak 18 orang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: 6 Tenaga Medis di Kabupaten Ketapang Positif Corona

Mereka terdiri dari 14 tenaga medis dan empat orang keluarga tenaga medis tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, 14 tenaga medis itu telah dirawat di ruang isolasi RSUD Tulehu.

Tim gugus tugas juga telah berkoordinasi dengan camat, pemerintah desa, TNI, dan Polri untuk melakukan pelacakan riwayat kontak dan perjalanan.

“Tadi sudah koordinasi dengan Camat, Danramil, Kapolsek dan Penjabat Desa, jadi kita berharap kepada saudara-saudara kita di Tulehu untuk membantu pemerintah dalam tracing nanti,” katanya.

Pemprov Maluku juga menyiapkan lokasi karantina di wilayah tersebut. Sebab, seluruh tenaga medis di RSUD Tulehu akan menjalani rapid test Covid-19.

“Ada sekitar 250 sampai 300 di sana (rumah sakit) yang harus rapid test, jadi nanti kita cari lokasi karantina juga,” ujarnya.

 

Saat ditanya asal penularan virus corona baru terhadap tenaga medis itu, Kasrul mengaku, sedang melacak hal itu.

Tapi, ia menduga para tenaga medis terpapar dari pasien yang dirawat di tenda darurat di rumah sakit tersebut.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 12 Juni 2020

Saat ini, terdapat tenda darurat yang difungsikan sebagai ruang perawatan di RSUD Tulehu. Tenda itu dibangun karena sejumlah ruangan rusak akibat gempa pada September 2019.

“Kan waktu gempa itu ada dibangun tenda-tenda itu, jadi kan sempit sehingga kemungkinan terkontaminasi dari pasien waktu pelayanan di tenda itu,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X