[POPULER NUSANTARA] Dokter Miftah Meninggal karena Covid-19 | Satu Keluaga Tewas di Tangerang

Kompas.com - 12/06/2020, 06:16 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Salah satu dokter di RSU dr Soetomo, Miftah Fawzy Sarengat meninggal dunia karena Covid-19.

Sedangkan sang istri yang juga berprofesi sebagai dokter juga terjangkit virus corona dan kini dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya.

Sementara itu di Tangerang, satu keluarga yang terdiri dari ayah dan dua anaknya ditemukan tewas pada Kamis (11/6/2020) dini hari.

Tiga mayat tersebut ditemukan setelah warga mendengar suara ledakan di TKP yang berasal dari pembakaran sampah di dalam rumah.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca Kompas.com. Berikut lima berita populer nusantara selengkapnya:

1. Dokter Miftah meninggal karena Covid-19

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Seorang dokter di RSU dr Soetomo Surabaya yakni Miftah Fawzy Sarengat meninggal karena Covid-19 pada Rabu (10/6/2020).

Ia dimakamkan di Magetan sesuai dengan protokol Covid-19.

Sedangkan sang istri yang jug berprofesi sebagai dokter dirawat di RSU dr Soetomo karena juga terpapar Covid-19.

Sepekan yang lalu Miftah mengalami demam, batik, dan muntah. Miftah kemudian dirawat di tempat sang istri bekerja sebelum kemudian dipindahkan ke RSU dr Soetomo.

"Kami tidak tahu di mana beliau terinfeksi Covid-19. Bisa saat bekerja, bisa kontak dengan OTG. Terakhir saat dirawat mengalami komplikasi karena obesitas," jelas Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (10/6/2020) malam.

Baca juga: Dokter Miftah Meninggal karena Covid-19, Istri Dirawat di Surabaya

2. Mbah Sukir, spesialis pencari korban tenggelam

Inilah Mbah Sukir, kakek spesialis pencari korban tenggelam di sungai dan telaga asal Kota MadiunKOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Inilah Mbah Sukir, kakek spesialis pencari korban tenggelam di sungai dan telaga asal Kota Madiun
Nama Mbah Sukir tak asing di dunia pencarian orang tenggelam di sungai. Ia sudah puluhan tahun menjadi relawan pencari orang tenggelam.

Tidak hanya di Madiun. Mbah Sukir kerap membantu korban tenggelam di sungai, laut, dan telaga di beberapa daerah seperti Telaga Sarangan, Telaga Ngebel Ponorogo, Pacitan, Bojonegoro, Ngawi hingga Trenggalek.

Sedikitnya Mbah Sukir sudah menemukan 60 jasad manusia yang tenggelam.

"Kalau saya hitung mungkin lebih dari 60 orang. Biasanya, begitu saya mendengar ada korban tenggelam saya langsung berangkat menuju lokasi,” kata Sukir.

Sukir adalah pelatih renang di Hotel Merdeka dan balap sepeda di Kota Madiun. Sejak kecil ia memiliki keahlian menyelam.

Bila kondisi kesehatannya prima, Mbah Sukir mampu menyelam selama empat menit tanpa alat bantu pernapasan.

Namun, bila konsentrasinya hilang ia hanya bisa menyelam selama satu menit. Ia juga mengandalkan naluri dan indra penciumannya saat mencari lokasi jasad korban tenggelam.

Baca juga: Cerita Mbah Sukir, Spesialis Pencari Korban Tenggelam dengan Penciuman dan Naluri

3. Sekeluarga tewas di Tangerang

-THINSTOCK -
Tiga mayat ditemukan dalam satu rumah pada Kamis (11/6/2020) dini hari. Mereka ada bapak dan dua anaknya yang masih usia 13 tahun dan 3 tahun.

Warga Kampung Sukamantri, desa Gombong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang menemukan tiga mayat tersebut setelah mendengarkan suara ledakan dari TKP yang berasal dari pembakaran sampah di dalam rumah.

R sang kepala keluarga ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. Sementara di kamar terpisah korban N (13) ditemukan terbaring dengan tali terikat di leher. Sedangkan seorang anak berusia 3 tahun tewas tenggelam di dalam drum.

Berdasarkan keterangan saksi warga setempat, tetangga sekitar mendengar korban cekcok dengan istrinya pada malam hari sebelum kejadian.

Sang istri lantas pergi ke rumah orangtuanya yang berada tidak jauh dari TKP.

Baca juga: Sekeluarga Ditemukan Tewas di Tangerang, 2 Orang Tergantung dan 1 Bocah Tenggelam di Drum

4. Janji Risma akhiri penyebaran Covid-19

Wali Kota Surabaya Tri RismahariniDok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berjanji akan sekuat tenaga bekerja keras dan berusaha untuk memegang komitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

Risma juga menegaskan akan terus melakukan tracing ke sejumlah wilayah yang tersebar di Kota Surabaya.

"Perlu kami sampaikan, kami tetap melakukan tracing untuk terus memantau dan mengetahui siapa saja yang terkonfirmasi Covid-19," kata Risma saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Risma menuturkan, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih gencar menggelar tes swab dan rapid test di sejumlah titik.

Risma mengklaim, saat ini jumlah warga yang reaktif sudah mulai mengalami penurunan.

Baca juga: Risma Janji Cegah dan Akhiri Penyebaran Covid-19 di Surabaya dengan Cara Ini

5. Viral video pasien Covid-19 makan mi mentah

Tangkapan layar video pasien corona di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengeluhkan tidak adanya peralatan masak di tempat karantina.KOMPAS.COM/HANDOUT Tangkapan layar video pasien corona di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengeluhkan tidak adanya peralatan masak di tempat karantina.
Dua video yang merekam pasien Covid-19 mengeluh fasilita tempat karantina, viral di media sosial.

Selain mengeluh tentang fasilitas air, mereka juga mempertanyakan tidak ada fasilitas alat masak sehingga mereka terpaksa makan mi mentah.

Video tersebut diambil di tempat karantina pasien positif corona di gedung Stikes Pemkab Jombang, Jawa Timur.

Koordinator Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Pudji Umbaran mengatakan pihaknya telah membuka sumber air di lokasi tersebut.

"Awalnya kan hanya belasan pasien, kemudian bertambah hingga sekitar 50 orang. Tetapi Insya Allah sekarang sudah tercukupi. Hari Senin sudah kami lakukan pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air di sana," ungkap Pudji, Rabu (10/6/2020).

Direktur RSUD Jombang ini juga menyatakan, pihaknya sengaja tidak menyiapkan alat masak untuk menghindari nyala api di lokasi karantina.

Selama dikarantina, para pasien mendapatkan makanan siap saji tiga kali sehari.

Baca juga: Viral, Video Pasien Covid-19 Minta Tolong, Terpaksa Makan Mi Mentah dan Kekurangan Air

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Achmad Faizal, Muhlis Al Alawi, Acep Nazmudin, Ghinan Salman, Moh. Syafií | Editor : David Oliver Purba, Farid Assifa, Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.