Kompas.com - 11/06/2020, 22:39 WIB
Sejumlah personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo melakukan penyelamatan 4 orang penambang pasir di Sungai Bone. KOMPAS.COM/HUMAS SAR GTOSejumlah personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo melakukan penyelamatan 4 orang penambang pasir di Sungai Bone.

GORONTALO, KOMPAS.com – Banjir bandang merendam desa-desa sekitar Sungai Bone di Kabupaten Bone Bolango hingga Kota Gorontalo, Kamis (11/6/2020).

Air berasal dari curah hujan tinggi mengguyur kawasan Gorontalo bagian hulu yang menjadi daerah aliran Sungai Bone.

Daerah yang pertama terendam Kecamatan Pinogu, kawasan permukiman di dalam hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Baca juga: Jembatan Molintogupo Hanyut Terseret Aliran Sungai Bone

Belum ada laporan soal kondisi masyarakat di sana. Namun, diperkirakan ladang dan ternak ludes terendam banjir.

Dari kawasan hulu ini air terus bergerak menuju Kecamatan Suwawa Timur yang menjadi kawasan penyangga taman nasional.

Dalam hitungan jam ketinggian air terus naik dan merendam desa-desa di sekitar Sungai Bone.

Tidak hanya itu, jembatan Molintogupo pun terseret derasnya aliran Sungai Bone ini.

“Malam ini kelurahan Ipilo dan daerah-daerah di sekitarnya sudah terendam air,” kata Balgis Suleman (46), warga Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Baca juga: Hujan hanya 30 Menit, Perbatasan Kota Bandung-Cimahi Banjir 1 Meter

Menurut Balgis, air sudah berada di belakang rumahnya setelah adzan Magrib.

Orang-orang sudah berteriak saling mengingatkan datangnya air yang lebih tinggi. Warga Ipilo pun langsung bergegas menyelamatkan barang-barang penting.

“Saya langsung membawa motor ke jembatan yang yang lebih tinggi, dokumen dan kompor saya naikkan di lantai dua,” ujar Balgis Suleman.

 

Pada 21.00 Wita, ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter. Bahkan di daerah yang lebih rendah, rumah-rumah warga sudah tenggelam menyisakan atap.

Balgis Sulaeman menuturkan air banjir datang begitu cepat.

Dia bahkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang lain dan hanya membawa dokumen penting untuk dibawa mengungsi ke Kelurahan Heledulaa.

Baca juga: Kisah Tragis Wartawan Cianjur, Niat Mancing Bersama Anak, Meninggal Terseret Banjir Bandang

Akibat banjir bandang ini, ada empat orang yang sedang menambang pasir di delta Sungai Bone Desa Luwohu, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.

“Pukul 16.10 Wita Tim rescue tiba di Desa Luwohu untuk melakukan evakuasi terhadap 4 korban yang ada di delta sungai menggunakan perahu karet. Pukul 16.45 Wita 4 korban berhasil diselamatkan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi Gorontalo Jefri Mewo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X