Gelar Pesta Pernikahan Tanpa Protokol Kesehatan Bisa Didenda Rp 5 Juta

Kompas.com - 11/06/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi pernikahan RomannoIlustrasi pernikahan

PADANG, KOMPAS.com - Masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang menggelar pesta pernikahan tidak memenuhi aturan protokol kesehatan pandemi Covid-19 akan dikenakan denda. 

Kabag Hukum Pemerintahan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, denda yang dikenakan sebesar Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. Atau denda berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi. 

"Untuk menggelar pesta pernikahan di rumah yang akan dikenakan sanksi adalah orang yang menggelar pesta pernikahan," ujar Kabag Hukum Pemerintahan Kota Padang Yopi Krislova yang dihubgungi melalui telepon, Kamis (11/06/2020).

Baca juga: Warga Kota Padang Sudah Diperbolehkan Menggelar Pesta Pernikahan

"Sedangkan jika pesta pernikahan yang digelar di gedung, maka yang akan di sanksi denda adalah pemilik gedung. Sanksi ini untuk memberikan efek jera saja." 

Sebelumnya diberitakan warga Kota Padang, Sumatera Barat, sudah bisa kembali menggelar pesta pernikahan.

Selama masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) kemarin menggelar pesta pernikahan dilarang karena menimbulkan kerumunan.

Namun dalam menggelar pesta pernikahan tersebut harus mematuhi protokol kesehatan.

Diperbolehkannya kembali warga Kota Padang menggelar pernikahan diatur dalam Perwako Kota Padang nomor 49 bagian keenam tentang pola hidup baru kegiatan sosial dam budaya.

"Tanggal 8-12 Juni ini kami baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Perwako nomor 49 tersebut kepada msyarakat yang mengatur tentang tatanan pola hidup baru," ujar Yopi.

Baca juga: 2 Tempat Wisata di Kota Padang Dibuka Sejak 8 Juni, Masih Sepi Pengunjung

Untuk menggelar pesta pernikahan tersebut, warga cukup melapor ke RT dan lurah setempat.

"Sebenarnya sejak sekarang pun masyarakat sudah boleh menggelar pesta pernikahan. Namun harus memenuhi standar protokol yang ditetapkan. Warga harus melapor ke RT atau lurah ketika menggelar pernikahan tersebut, " ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan oleh Yopi beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang menggelar pesta pernikahan adalah wajib menjaga jarak, menyediakan pencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh.

"Kita tidak ingin terjadi penyebaran virus corona ini melalui pesta pernikahan ini. Untuk itu kepada masyarakat yang akan menggelar pesta pernikahan ini kami minta memenuhi aturan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dalam perwako tersebut," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X