KPU Gresik Pertimbangkan 2 Skema Anggaran untuk Pilkada

Kompas.com - 10/06/2020, 20:43 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

GRESIK, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik siap melanjutkan tahapan agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik, dengan agenda terdekat adalah melanjutkan pelantikan badan penyelenggara ad hoc, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), pada 15 Juni 2020 mendatang.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni saat ditemui di sela rapat persiapan pelaksaan Pilkada bersama Kemendagri via daring di Gedung Pemkab Gresik mengatakan, pihaknya tengah membahas tambahan anggaran dalam pelaksanaan Pilkada kali ini, lantaran diselenggarakan dengan merujuk penerapan protokol kesehatan, yang itu tidak ada dalam pembahasan sebelumnya.

"Pada prinsipnya, KPU siap dengan lanjutan proses Pilkada ini, namun dengan berbagai syarat yang diajukan oleh KPU. Termasuk, KPU butuh dukungan anggaran. Karena, anggaran yang sudah kami susun dulu, tidak mempertimbangkan protokol kesehatan. Sementara, pelaksanaan Pilkada nanti akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan, sehingga itu membutuhkan tambahan anggaran," ujar Roni, kepada awak media, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Hari Pertama Masa Transisi, Gresik Umumkan 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

"Misal, petugas PPK melakukan pemutakhiran data pemilih kan membutuhkan APD (alat pelindung diri). Padahal, dulu kami tidak pernah menganggarkan sebelumnya," lanjut dia.

Atas dasar tersebut, Roni mengatakan, tambahan anggaran memang diperlukan dalam pelaksanaan agenda Pilkada saat ini, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kendati anggaran protokol kesehatan, kata Roni, dapat diupayakan antara melakukan optimalisasi anggaran yang sudah ada atau memang membutuhkan tambahan anggaran baru.

"Ada dua skema. Jadi, KPU dapat melakukan optimalisasi anggaran karena memang ada beberapa pos anggaran yang bisa jadi tidak dilaksanakan, karena mempertimbangkan unsur new normal. Misalnya, Bimtek yang melibatkan banyak orang itu kan dialihkan melalui daring, tentu anggaran itu bisa dialihkan," kata Roni.

"Di satu sisi, kami diminta untuk menganggarkan protokol Covid. Nah, itu yang akan kami lihat. Berapa yang akan kami anggarkan dan berapa yang bisa dilakukan optimalisasi," ujar dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Regional
Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X