Kompas.com - 10/06/2020, 17:47 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Wali Kota Ambon, Rabu (10/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Wali Kota Ambon, Rabu (10/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menyetujui penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diajukan Pemerintah Kota Ambon untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor HK.01.07/Menkes/358/2020 yang diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Saya Tidak ke Mana-mana, Mungkin Tertular dari Data Covid-19 yang Diketik Setiap Hari

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy telah mendapatkan informasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Kasrul Selang terkait hal itu.

“Sesuai informasi dari Pak Sekda bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Kesehatan telah menyetujui PSBB yang diusulkan pemerintah Kota Ambon,” kata Richard di Balai Kota Ambon, Rabu (10/6/2020).

Meski begitu, Richard belum menerima SK Penerapan PSBB Kota Ambon itu.

"SK resminya kita masih tunggu konfirmasinya belum dapat, kalau itu oke maka PKM saat ini merupakan uji coba untuk penerapan PSBB di Ambon," kata Richard.

Menurutnya, peraturan wali kota baru akan diterbitkan untuk mengatur teknis penerapan PSBB di Kota Ambon.

“Maka untuk PSBB perlu ada perwali yang baru, bukan empat sektor saja yang menjadi pembatasan tapi akan diperluas lagi baik itu pendidikan baik sosial budaya maupun keagamaan,” ungkapnya.

Richard menambahkan, PKM tetap dijalankan hingga penerapan PSBB dimulai.

“Tetap dilakukan agar saat PSBB diterapkan itu warga sudah siap,” ujarnya.

Dalam SK Menkes tentang PSBB Ambon dijelaskan beberapa alasan Kementerian Kesehatan menyetujui PSBB Kota Ambon, seperti peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Ambon.

Baca juga: Protes Penerapan PKM, Ratusan Sopir Tutup Perbatasan Maluku Tengah dan Ambon

Angka penularan yang cepat juga diiringi kasus transmisi lokal di Kota Ambon. Selain itu, terdapat kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial dan ekonomi.

PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. Setelah itu, Wali Kota Ambon diminta melaporkan pelaksanaan PSBB kepada Kementerian Kesehatan dengan tembusan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X