Kompas.com - 10/06/2020, 15:33 WIB
Para pengguna kendaraan roda dua berhenti di marka pembatasan jarak 1 meter di traffic light Simpang Lima Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPara pengguna kendaraan roda dua berhenti di marka pembatasan jarak 1 meter di traffic light Simpang Lima Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020).

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo memasang marka pembatas jarak 1 meter bagi sepeda motor di sepanjang jalan protokol.

Pemasangan marka pembatasan tersebut bertujuan pengendara sepeda motor memiliki jarak aman saat berhenti di lampu merah.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, marka pembatas jarak bagi sepeda motor dipasang pada Selasa (9/6/2020) malam.

"Baru tadi malam marka kita pasang dan selesai tadi pagi. Karena pemasangan marka ini kita menunggu kondisi jalan sepi kendaraan," kata Toni di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Capai 75 Kasus Positif, Ini 6 Klaster Penyebaran Covid-19 di Sukoharjo

Pihaknya akan menyosialisasikan kepada para pengguna jalan dengan menerjunkan petugas di traffic light Kejaksaan Negeri, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) dan Simpang Lima Sukoharjo.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga pengendara diarahkan berhenti tepat di posisi yang sudah ditentukan.

"Nanti kita evaluasi. Kalau dirasa bermanfaat akan diperluas dan kami pasang juga di jalan yang lain," ungkap dia.

Alasan marka pembatasan dibuat berjarak 1 meter bagi sepeda motor di jalan protokol karena petimbangan lebar jalan.

Baca juga: Cerita Tragis Satiri, Pemburu Pohon Serut Tewas Tertimpa Batu Besar di Sukoharjo

Selain itu, pemasangan marka pembatas bagi kendaraan sepeda motor untuk persiapan menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19.

"Prioritas marka pembatasan jarak 1 meter bagi kendaraan roda dua ini kita pasang di jalan protokol dulu," terang Toni.

Tri Widodo, salah seorang pengendara menyambut baik akan hal ini.

Menurut dia, adanya marka pembatasan jarak 1 meter tersebut kendaraan yang berhenti di lampu merah terlihat tidak semrawut.

"Jadi terlihat rapi dan tidak berhimpitan. Mereka langsung berhenti di setiap marka yang telah dipasang di lampu merah," ungkap Tri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X