Warga Banjarmasin yang Terjebak Lockdown di Nepal Selama 3 Bulan Akhirnya Bisa Pulang

Kompas.com - 09/06/2020, 22:10 WIB
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. IstimewaWali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Teddy Herianto, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya bisa kembali ke Indonesia setelah terjebak lockdown di Nepal selama tiga bulan.

Kepastian kepulangan Teddy disampaikan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

"Kami bersyukur perjalanan dan kegigihan Teddy untuk bisa keluar dari lockdown Kathmandu, Nepal selama tiga bulan," ujar Ibnu Sina saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020) malam.

Baca juga: Terjebak 6 Hari di Bak karena Dikejar Anjing, Bagaimana Turis Inggris Bertahan Hidup?

Ibnu Sina mengatakan, perjuangan memulangkan Teddy juga tidak terlepas dari lobby pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal.

"Kepulangan Teddy setelah melalui kerumitan imigrasi di Nepal, Amsterdam, Doha hingga Jakarta, hingga sampai ke Banjarmasin dengan selamat," sebut Ibnu Sina.

Ibnu Sina menambahkan, masih ada seorang warganya yang masih tertahan di Kathmandu Nepal yang belum berhasil di pulangkan bernama Adi Mardani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini kata dia, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri dan Dubes Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal masih mengusahakan kepulangannya.

Baca juga: WNI di Singapura Diimbau Patuhi Aturan Circuit Breaker Selama dan Pasca-lockdown

"Sebenarnya masih tertinggal satu orang warga Banjarmasin di Nepal, masih kita urus dan usahakan kepulangannya," tambahnya.

Sementara itu, Teddy Herianto saat dihubungi Kompas.com mengaku sudah berada di Jakarta.


Teddy mengaku tiba di Jakarta pada Selasa (9/6/2020) siang dan akan melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin pada Rabu (10/6/2020).

"Saya telah sampai Indonesia tadi pukul 14.00 WIB dan antre sampai jam 18.30 di Costum Clearence Imigrasi untuk protokol kesehatan dan saya sudah dinyatakan lulus dan bisa lanjut ke banjarmasin. Besok akan tiba jam 15.30 Wita di banjarmasin," ujar Teddy.

Dari informasi yang diperoleh, ada 19 Warga Negara Indonesia yang dipulangkan dari Nepal.

Sekedar diketahui, Teddy Herianto dan Adi Mardani berangkat ke Nepal untuk melakukan aktivitas pendakian di Pegunungan Himalaya.

Baca juga: Wali Kota Banjarmasin Upayakan Kepulangan Warganya yang Terjebak Lockdown di Nepal

Mereka berdua berangkat ke Nepal pada 7 Maret 2020 dan merencanakan kembali ke Indonesia pada 26 Maret 2020.

Namun, saat bersiap meninggalkan Nepal usai pendakian, pemerintah setempat sudah memberlakukan lockdown akibat merebaknya virus corona di wilayah itu.

Akibatnya, Teddy dan Adi terpaksa terjebak di Kathmandu dan tinggal di sebuah hotel selama tiga bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X