Pertahankan Status Zona Bebas Covid-19, Orang yang Melintas ke Mamasa Wajib Rapid Test

Kompas.com - 09/06/2020, 16:40 WIB
Pertahankan Zona Bebas Covid, Warga Pelintas Perbatasan Mamasa Wajib Rapid Test KOMPAS.COM/JUNAEDIPertahankan Zona Bebas Covid, Warga Pelintas Perbatasan Mamasa Wajib Rapid Test

MAMASA, KOMPAS.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, untuk mempertahankan status sebagai daerah bebas Covid-19.

Tidak hanya mengarantina setiap warganya yang ketahuan mudik, setiap orang yang melintas di perbatasan Mamasa juga diwajibkan menjalani rapid test.

Tindakan ini diambil untuk memastikan siapa pun yang masuk ke wilayah Mamasa bebas Covid-19 dan tidak berpotensi memaparkan virus corona kepada warga lainnya.

Baca juga: Jalur Mamasa-Toraja Putus Total akibat Tanah Longsor

Bagi pelintas yang sedang dalam kondisi darurat dan tidak mengantongi hasil rapid test, maka dilakukan pemeriksaan di perbatasan. 

Orang yang hasil rapid test-nya reaktif akan dipulangkan ke daerah asalnya dan tidak dibiarkan masuk wilayah Mamasa.

Selama empat hari pemeriksaan pelintas di perbatasan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat ada 385 orang yang dilakukan rapid test.

Sebanyak tujuh orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif.

Mereka terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya. Ketujuh warga tersebut merupakan warga Kabupaten Polewali Mandar.

Baca juga: Hasil Rapid Test, TKI di Polewali Mandar Terindikasi Positif Covid-19

Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengatakan, langkah itu diambil berdasarkan hasil musyawarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X