PSBB Surabaya Raya Belum Layak Diakhiri, Ini Alasan Ahli Epidemiologi

Kompas.com - 08/06/2020, 22:13 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo sepakat melakukan penutupan sementara Jalan Rungkut Menanggal Surabaya. Uji coba penutupan jalan dilakukan mulai Kamis (4/6/2020) pukul 20.00 WIB. -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan Polresta Sidoarjo sepakat melakukan penutupan sementara Jalan Rungkut Menanggal Surabaya. Uji coba penutupan jalan dilakukan mulai Kamis (4/6/2020) pukul 20.00 WIB.

SURABAYA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengatakan, tiga wilayah di Surabaya Raya belum layak mengakhiri penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Windhu menilai penerapan PSBB Surabaya Raya belum efektif menekan penyebaran Covid-19 meski telah diperpanjang sebanyak tiga kali.

Pakar epidemiologi itu khawatir jumlah kasus positif Covid-19 di tiga wilayah itu akan melonjak saat memasuki masa transisi menuju fase new normal.

 

"Tidak diperlonggar saja, sekarang ini sudah kayak gini. Kalau dibongkar (dilonggarkan) tambah enggak karuan (berantakan)," kata Windhu saat dihubungi di Surabaya, Senin (8/6/2020).

Berdasarkan riset yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, masyarakat di tiga wilayah Surabaya Raya dinilai tak peduli dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Usul PSBB Tak Diperpanjang, Risma: Saya Mohon Bu, Banyak Warga Mengeluh Susah Cari Nafkah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perilaku masyarakat kita ini, soal pakai masker, social distancing, itu bukan makin baik, tapi makin memburuk," kata Windhu.

Padahal, masyarakat di Surabaya Raya cukup disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sebelum penerapan PSBB.

Mereka melakukan anjuran pemerintah untuk memakai masker dan menjaga jarak saat berada di luar rumah.

Namun, saat kasus Covid-19 di Surabaya Raya melonjak, masyarakat justru acuh.

"Tapi di tengah PSBB, malah lebih banyak yang tidak memakai masker. Pedagang (pasar) itu banyak yang tidak memakai masker. Ada yang bilang tidak nyaman, mengganggu, belum lagi yang soal cuci tangan kemudian jaga jarak," ujar Windhu.

Meski penerapan PSBB tak efektif, Windhu menilai masih ada indikator yang membaik dari penerapan PSBB di Surabaya Raya. 

Salah satunya bilangan reproduksi efektif (Rt). Windhu mengungkapkan, per 31 Mei 2020, Rt di wilayah Surabaya Raya mulai menurun.

"Rt di Surabaya itu sampai tanggal 31 Mei, dilihat dari tanggal onset (gejala), bukan tanggal declare (pengumuman kasus), sampai tanggal 31 Mei itu sudah pada angka 1, itu bagus," kata Windhu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X