Dikembalikan ke Bentuk Asli, Alun-alun Utara Yogyakarta Dibangun Pagar Besi

Kompas.com - 08/06/2020, 18:16 WIB
Proses pembangunan pagar yang mengelilingi Alun-alun Utara Yogyakarta. Pembangunan pagar ini bertujuan untuk mengembalikan seperti jaman dahulu. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAProses pembangunan pagar yang mengelilingi Alun-alun Utara Yogyakarta. Pembangunan pagar ini bertujuan untuk mengembalikan seperti jaman dahulu.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membangun pagar besi di Alun-alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (HB X) mengatakan, pembangunan pagar dilakukan untuk mengembalikan bentuk asli alun-alun tersebut.

"Yang dulu awal, alun-alun itu dipagari. Tidak hanya alun-alun, tembok mau masuk Rotowijayan, Yudhonegaran mau ke Utara kantor pos itu dulu ada pintu gerbang semua," ujar HB X di DPRD DIY, Senin (08/06/2020).

Baca juga: Shalat Idul Fitri di Alun-alun Karanganyar Dibatalkan Sehari Sebelum Pelaksanaan, Pesan Ganjar hingga Surat Ombudsman

Meski nantinya alun-alun keraton diberi pagar besi, HB X memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas secara bebas di kawasan tersebut.

Alun-alun juga tetap menjadi tempat berlangsungnya upacara adat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho mengungkapkan, pembangunan pagar di Alun-alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sudah berlangsung selama sepekan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menargetkan pagar besi sudah mengelilingi alun-alun pada akhir Juli 2020.

Baca juga: PSBB Kota Tegal Berakhir, Tim Gugus Tugas dan Tenaga Medis Sujud Syukur di Alun-alun

Sebelum membangun pagar besi di alun-alun, Aris mengklaim sudah ada kajian budaya.

 

Menurutnya, di Janturan pewayangan dalam buku "Serat Tuntunan Padalangan" yang ditulis oleh M.Ng. Nojowirongko a.l Amotjendono disebutkan Alun-alun Utara diberi pagar Pacak Suji.

"Kalimatnya begini, '....ing pagelaran andher para bupati kliwon wedana penewu mantri, beg amber ambalabar dumugi sakjawining taratag kaya ndoyong-ndoyongna pacak suji ning alun-alun kadheseg wadya ingkang samya nangkil...'," urainya.

Baca juga: Gubernur Ganjar: Tegal Tak Lockdown, Hanya Alun-alun Kota yang Ditutup

Nantinya pagar yang mengelilingi Alun-alun Utara berbahan besi dengan motif Pacak Suji.

Warna pagar disesuaikan dengan pagar Pacak Suji pagelaran yakni hijau pareanom.

"Tetap akan ada pintu, ada tiga pintunya. Kalau ada kegiatan-kegiatan yang sudah berkoordinasi dengan pihak keraton kan tidak masalah," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X