Pasien Corona di Gunungkidul Bertambah, Ratusan KK Menjalani Isolasi Mandiri

Kompas.com - 07/06/2020, 16:56 WIB
Alissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik. the new york timesAlissa Eckert dan Dan Higgins, ilustrator dari Centers for Disease Control and Prevention, diminta untuk membuat ilustrasi virus corona yang mampu menarik perhatian publik.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mencatat ada 4 pasien baru corona atau Covid-19 dalam dua hari berturut-turut, hingga Minggu (7/6/2020).

Pasien baru tersebut hasil tracing dari kasus penjual ikan warga Karangmojo pada 30 Mei 2020 lalu.

Ratusan kepala keluarga harus melakukan isolasi mandiri karena kontak langsung dengan penjual ikan tersebut.

Baca juga: Takut Kuburkan Jenazah Saat Pandemi, Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, 3 pasien berasal dari Kecamatan Karangmojo.

Sementara 1 orang lainnya berasal dari Kecamatan Wonosari.

"Merupakan hasil tracing dari 2 kasus positif sebelumnya asal Karangmojo," kata Dewi melalui pesan singkat, Minggu.

Sebelumnya, Dinkes Gunungkidul melakukan penelusuran dan sebanyak 271 warga menjalani rapid test.

Menurut Dinkes Gunungkidul, terdapat 396 orang yang dinyatakan reaktif, tetapi tidak menunjukkan gejala.

Kemudian, sebanyak 499 sampel swab telah diambil untuk uji lab.

Hasilnya, 433 spesimen dinyatakan negatif dan 23 lainnya masih dalam proses.

Baca juga: Dicambuk karena Berzina, Pria Ini Kesakitan hingga Butuh Ambulans

Pihak pemerintah daerah menjamin seluruh kebutuhan hidup setiap kepala keluarga selama isolasi mandiri.

"Total ada sekitar lebih 250 kepala keluarga yang melakukan isolasi mandiri," kata Yanto, selaku Kepala Desa Bejiharjo.

Untuk kebutuhan sehari-hari, menurut Yanto, pihaknya memberikan bantuan permakanan yang berasal dari anggaran desa dan anggaran dusun.

Setiap keluarga per hari dijatah makanan mentah yang diletakkan di depan rumah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Regional
Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Regional
Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Regional
Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Regional
Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Regional
Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2020

Regional
Dianggap Langgar Syariat, Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Ini Penjelasannya

Dianggap Langgar Syariat, Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Ini Penjelasannya

Regional
Jelang Libur Panjang, Pjs Gubernur Jambi Minta Pos Jaga Perbatasan Diaktifkan

Jelang Libur Panjang, Pjs Gubernur Jambi Minta Pos Jaga Perbatasan Diaktifkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X