Kabur dari Klinik, Pasien yang 4 Kali Hasil Swab Positif Corona Tolak Dibawa Petugas

Kompas.com - 06/06/2020, 19:48 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara

BLORA, KOMPAS.com - Seorang pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang kabur dari Klinik Bhakti Padma, Blora ternyata bersembunyi di rumah orang tuanya. 

Meski sudah diketahui keberadaannya, namun keluarga pasien laki-laki berusia 18 tahun itu menolak untuk dibawa petugas ke Klinik Bhakti Padma guna menjalani perawatan kembali.

Plt Kepala Dinkes Blora, Lilik Hernanto, menyampaikan, orangtua dari santri Klaster Temboro, Magetan, Jatim tersebut memilih untuk merawat anaknya sendiri dengan cara isolasi mandiri di rumah.

Dinkes Blora dan pemerintah desa setempat sudah berupaya memberi pemahaman kepada keluarga pasien tersebut, namun mereka tetap bersikeras tak mau anaknya dirawat di klinik kesehatan.

"Kemarin ditemukan di rumah orangtuanya. Hanya saja meski sudah dikasih pengertian, keluarganya tetap menolak dan tak mau anaknya dirawat. Edukasi dan upaya persuasif tetap ditolak. Sehingga kami sarankan untuk menjalani isolasi mandiri," kata Lilik saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: Santri Klaster Temboro Positif Corona Kabur dari Klinik, Diduga Kangen Keluarga

Dijelaskan Lilik, pasien yang melarikan diri dari Klinik Bakti Padma pada Kamis (4/6/2020) pagi itu, sudah menjalani pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak empat kali. Namun, kata dia, hasil swab tetap saja terkonfirmasi positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena pihak keluarga pasien positif Covid-19 memilih untuk isolasi mandiri, dalam perkembangannya akan diawasi oleh bidan desa serta Satgas covid-19 sesuai protokol kesehatan yang ketat.

"Hasil swab positif hingga empat kali. Untuk isolasi mandiri, semua anggota keluarga yang tinggal bersama pasien tidak boleh keluar rumah. Kemudian, ada protokol kesehatan yang harus dilaksanakan bersama. Ada juga yang sembuh kok. Ini risiko yang mereka pilih," kata Lilik.

Dengan kaburnya pasien positif Covid-19 tersebut, Dinkes Blora sudah melakukan tracing hingga menggelar rapid test kepada 10 orang yang kontak dengan remaja tersebut.

 "Sementara hasil rapid test non reaktif," ujar Lilik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X