Kompas.com - 06/06/2020, 13:08 WIB
Polisi mengamankan obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk oleh remaja di Bengkulu Selatan Polres Bengkulu SelatanPolisi mengamankan obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk oleh remaja di Bengkulu Selatan

KOMPAS.com - Polisi di Bengkulu berhasil membongkar praktik penyalahgunaan dan peredaran obat batuk Samcodin untuk mabuk-mabukan di kalangan remaja.

Kasat Narkoba Polres Bengkulu Selatan Iptu Welli Wanto Malau mengatakan, obat batuk tersebut diduga dapat menimbulkan kecanduan dan halusinasi.

"Ada yang sudah ketergantungan tinggi mampu menelan 35 butir pil sekali tenggak," kata Welli saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Welli menjelaskan, pengaruh obat itu juga membuat para pencandu nekat berbuat kriminal. 

Hal itu terungkap saat petugas kepolisian mengamankan sejumlah remaja putri karena melakukan pencurian emas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah diinterogasi, motif pelaku melakukan pencurian adalah untuk membeli tuak dan Samcodin.

"Efek kriminalitas akibat penyalahgunaan obat tersebut bermacam-macam. Ada kasus remaja nekat mengancam pembunuhan terhadap orangtuanya karena butuh uang untuk membeli obat tersebut," jelas Welli.

Sasar kalangan remaja

Polres Bengkulu Selatan lakukan razia penyalahgunaan obat batuk merek samcodin yang sering digunakan remaja setempat untuk mabuk-mabukan- Polres Bengkulu Selatan lakukan razia penyalahgunaan obat batuk merek samcodin yang sering digunakan remaja setempat untuk mabuk-mabukan
Dari hasil operasi sejak April hingga 2 Juni 2020, aparat mengamankan setidaknya 50.000 butir obat batuk Samcodin, satu unit mobil Toyota Vios, dan uang tunai Rp 35,9 juta.

Polisi juga telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut.

"Penyalahgunaan obat batuk di Bengkulu Selatan dikonsumsi secara berlebihan untuk mabuk-mabukan oleh kalangan remaja memang dalam kondisi mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kami bergerak cepat melakukan sejumlah razia, menyita, dan menetapkan tersangka pada sejumlah pengedar pada kalangan remaja," katanya.

Baca juga: Kabar Viral Nenek 67 Tahun di Minahasa Tolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Saat ini, polisi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta asosiasi apoteker di Bengkulu Selatan memperketat peredarannya.

"Sekarang obat tersebut peredarannya dikontrol ketat oleh polisi, mereka tetap boleh menjual, namun harus dilengkapi dengan surat-menyurat, surat ekspedisi, dan hanya boleh menjual dengan jumlah sedikit. Kontrol penjualan diawasi ketat oleh polisi. Selanjutnya pedagang obat tidak boleh menjualkan pil tersebut pada anak remaja," ujarnya.

Lalu, untuk para tersangka akan dijerat dengan UU Kesehatan RI No 36 Tahun 2009 karena tidak mempunyai izin untuk mengedarkan obat-obatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

(Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor: Robertus Belarminus)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X