Penjual Pipa Rokok Terbuat dari Gading Gajah Sumatera Ditangkap

Kompas.com - 05/06/2020, 20:21 WIB
Pipa rokok dari gading Gajah Sumatera yang diamankan Dirjen Gakkum KLHK (Foto Dok : Dirjen Gakkum KLHK) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGPipa rokok dari gading Gajah Sumatera yang diamankan Dirjen Gakkum KLHK (Foto Dok : Dirjen Gakkum KLHK)

GARUT, KOMPAS.com – Seorang pria di Garut, Jawa Barat, ditangkap oleh petugas Tim Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Pria tersebut diduga hendak menjual pipa rokok yang terbuat dari gading gajah sumatera.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriono mengatakan, pria tersebut berinisial RN (40), warga Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi.

Baca juga: Dicambuk karena Berzina, Pria Ini Kesakitan hingga Butuh Ambulans

RN ditangkap karena kedapatan memiliki tiga buah pipa rokok yang terbuat dari gading gajah sumatera.

Penangkapan RN merupakan pengembangan dari penangkapan PE, seorang warga Pekanbaru, Riau yang kedapatan memiliki gading gajah sumatera.

PE ditangkap oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pada akhir Februari 2020 lalu.

“Dari hasil penyidikan terhadap PE, diketahui PE akan mengirim gading gajah sumatera yang dimilikinya kepada RN di Garut,” kata dia.

Baca juga: Kasus Petugas SPBU Ditampar, Pelaku Berdamai dengan Korban

Sustyo menuturkan, RN memiliki tiga batang pipa rokok yang terbuat dari gading gajah dengan ukuran 12 sentimeter, 10 sentimeter dan 18 sentimeter.

Rencananya, tiga pipa rokok itu akan dijual dengan harga antara Rp 500.000 hingga Rp 4,5 juta per batangnya.

“Mengakunya satu pipa rokok titipan temannya yang akan dijual kembali. RN juga mengaku dapat pipa rokok gading gajah dari beberapa pihak di Garut,” kata Sustyo.

RN disangka melanggar Pasar 21 ayat 2 huruf d jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

RN terancam hukuman berupa pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

“Perdagangan satwa dilindungi ini adalah kejahatan luar biasa, melibatkan banyak aktor hingga antar negara. Bernilai ekonomi tinggi, serupa dengan kejahatan narkoba dan sel jejaringnya terputus-putus,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Dua Paslon Janjikan Hal Ini

Regional
Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga  Kekerasan Fisik dan Psikis

Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga Kekerasan Fisik dan Psikis

Regional
Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Regional
Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X