Metode Baru Guru Avan Mengajar Murid di Pelosok, Radio dan Telepon Konferensi Jadi Andalan

Kompas.com - 05/06/2020, 18:48 WIB
Avan Fathurahman saat mengajar muridnya di rumah-rumah murid dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain mendatangi rumah-rumah murid, Avan Fathurahman juga mengajar melalui saluran radio di Sumenep. Avan Fathurahman for Kompas.comAvan Fathurahman saat mengajar muridnya di rumah-rumah murid dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain mendatangi rumah-rumah murid, Avan Fathurahman juga mengajar melalui saluran radio di Sumenep.

SUMENEP, KOMPAS.com – Avan Fathurrahman, guru SD Negeri Batuputih Laok 3, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengembangkan metode baru untuk mengajar.

Selain mengajar door to door, guru yang viral karena mendatangi rumah muridnya untuk mengajar selama pandemi Covid-19 ini, juga mengajar melalui siaran radio dan telepon conference. 

Kepada Kompas.com, Avan menjelaskan, metode baru ini dikembangkan agar murid-muridnya tetap bisa mendapat pendidikan.

"Kalau saya tidak sempat ngajar door to door, saya menggunakan saluran telepon yang diconference dengan 6 sampai 7 murid," kata Avan, Rabu (3/6/2020). 

Baca juga: 5 Warga di Desa Ini Meninggal Secara Misterius, Upacara Permohonan Maaf Digelar

Metode ini awalnya digunakan Avan ketika kegiatan "Pondok Ramadhan".

Seluruh murid diwajibkan mengaji dengan cara telepon konferensi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semua murid yang terhubung bisa mengaji dan mendengarkan secara bergantian.

Setelah semua murid selesai, Avan kemudian memberikan penjelasan menggunakan metode bercerita tentang ayat Al-Quran yang sudah dibaca murid-muridnya. 

"Handphone milik wali murid masih jadul, bukan smartphone. Jadi pakai telepon conference mereka tidak kena biaya karena saya yang menghubungi satu-satu. Cara ini kalau saya tidak sempat ke rumah mereka," ujar Avan. 

Baca juga: Bukannya Belajar, Siswa Kelas 6 SD Malah Curi Motor, Tertangkap Saat Sembunyi di Selokan

Sedangkan lewat radio, Avan berkerjasama dengan pemerintah melalui RRI.

Namun, pengajaran melalui siaran radio tidak menjangkau pendidikan jenjang SD, hanya SMP dan SMA sederajat.

Itu mengapa untuk siswa SD Avan tetap mendatangi rumah ke rumah dan lewat telepon konferensi. 

"Siaran di RRI itu program pemerintah, kebetulan saya digandeng. Tapi saya sarankan untuk tingkat SD juga diprogramkan agar yang SD juga bisa menikmati pelajara dengan baik," ungkapnya. 

Saat mengajar dari rumah ke rumah, Avan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Di antaranya, mewajibkan para murid menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum belajar.

Bantuan dari pembaca Kompas.com

Atas kegigihan dalam mendidik murid-muridnya, Avan mendapatkan bantuan masker dan hand sanitizer dari pembaca Kompas.com. 

 

"Terima kasih pembaca Kompas.com atas kiriman masker, vitamin, dan hand sanitizer kepada kami. Bantuannya sangat membantu kami dalam beraktivitas," kata dia. 

Avan melalui banyak tantangan saat mengajar dari rumah ke rumah di tengah pandemi Covid-19.

Ia harus pulang pergi dengan menempuh jarak 40 km dari rumahnya di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan.

Selain itu, ia harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah murid-muridnya. Perjalanan lebih sulit ketika hujan turun karena jalan berlumpur.

"Selama tiga bulan ini tantangan itu sudah menjadi nikmat yang terus saya syukuri, karena saya bisa bisa tahu kondisi nyata murid-murid saya. Saya senang dan enjoy menjalaninya," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.