Hampir Kolaps karena Covid-19, NIION Selamat berkat Masker Artistik

Kompas.com - 05/06/2020, 16:34 WIB
Masker fesyen Halpa Series produksi Brand NIION. Sejumlah desainer atau ilustrator muda Indonesia digandeng oleh NIION untuk membuat corak masker ini menjadi lebih bergaya. -Masker fesyen Halpa Series produksi Brand NIION. Sejumlah desainer atau ilustrator muda Indonesia digandeng oleh NIION untuk membuat corak masker ini menjadi lebih bergaya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan bidang mode asal Kota Bandung, Jawa Barat, NIION, hampir bangkrut akibat efek dari pandemi Covid-19.

Adit Yara selaku Founder NIION menceritakan bagaimana pembatasan sosial sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus corona sangat berdampak pada penurunan jumlah penjualan produknya.

"Kita sempat berhenti karena kebingungan. Agar tidak kolaps, maka strateginya adalah efisiensi," kata Adit kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Ini Kisah di Balik Rompi Kerja Covid-19 ala Ridwan Kamil

Adit mengatakan, andai saja pandemi Covid-19 tidak ada, NIION bisa dipastikan mampu meraup untung besar dari penjualan produk premium.

Apalagi, pada Februari 2020, perusahaannya merilis produk Sterling Bag.

Penjualan Sterling Bag sedang tinggi sebelum virus corona muncul di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu bulan kemudian, Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberlakuan pembatasan sosial akibat virus corona yang mulai mewabah di Tanah Air.

Kabar tersebut benar-benar menjadi pukulan telak bagi pelaku industri kreatif, termasuk NIION.

Meski demikian, NIION mencoba beradaptasi dengan keadaan. 

Adit memilih beradaptasi dengan melahirkan produk masker artistik yang diberi nama masker Halpa Series.

NIION sendiri bukannya secara tiba-tiba memproduksi masker di tengah pandemi.

Sebab, sebelum wabah terjadi di Indonesia, NIION sudah pernah memproduksi masker fashionable, selain tas one tone colour yang menjadi ciri khas NIION.

"Sebelumnya pernah ada produk masker reguler yang kita buat," kata Adit.

Masker anti-air hingga kolaborasi desainer

Adit menjelaskan, ide awal memproduksi masker kekinian berawal setelah satu pekan   mengamati fenomena bahwa masker menjadi sangat langka di pasaran dan harga jual yang sangat tinggi.

Adit kemudian memproduksi 1.000 potong masker yang dihiasi dengan corak artistik.

"Diluar dugaan, 1.000 masker ludes dalam satu minggu," ujar Adit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X