Webinar yang Dihadiri Wapres Diduga Diretas, UIN Malang Minta Penjelasan Zoom

Kompas.com - 05/06/2020, 14:44 WIB
Hasil layar tangkap video Wakil Presiden Maruf Amin yang dicoret-coret dalam tayangan webinar yang diselenggarakan UIN Malang, Kamis (3/6/2020). ISTIMEWAHasil layar tangkap video Wakil Presiden Maruf Amin yang dicoret-coret dalam tayangan webinar yang diselenggarakan UIN Malang, Kamis (3/6/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meminta penjelasan pengelola aplikasi zoom terkait dugaan peretasan dalam acara webinar yang berlangsung pada Kamis (4/6/2020).

Sebagai penyelenggara, UIN Maulana Malik Ibrahim menggunakan aplikasi Zoom sebagai wadah penyelenggaraan webinar.

Baca juga: Tampilan Maruf Amin dalam Webinar UIN Malang Dipenuhi Coretan, Jubir Wapres Minta Itu Diusut

Peretasan diduga terjadi saat Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbicara melalui rekaman video yang diputar penyelenggara. Muncul coretan tidak teratur berwarna merah dan biru secara bergantian.

"Ini kan masalah teknologi informasi ya. Kita minta supaya PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) yang menangani itu. Koordinasi atau minta penjelasan ke Zoom. Kalau bisa diketahui, kita akan usut itu," kata Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Haris melalui sambungan telpon, Jumat (5/6/2020).

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Mukhlish Fuadi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat elektronik (surel) kepada pengelola Zoom.

Surel itu berisi permintaan untuk menjelaskan dugaan peretasan tersebut. Mereka juga melayangkan protes melalui laman keluhan di aplikasi Zoom.

"Kemarin kami langsung melayangkan keluhan ke Zoom dan meminta klarifikasi, namun hingga siang ini belum ada respon," katanya.

Awalnya, webinar dengan tema 'Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life' itu mengundang Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Baca juga: Pemerintah Diingatkan Lakukan Hal Ini Sebelum Berlakukan New Normal

Tapi, Ma'ruf berhalangan hadir secara langsung karena harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Ma'ruf pun memberikan materi lewat rekaman video yang akhirnya diputar penyelenggara acara dalam webinar tersebut.

 

Saat video Ma'ruf ditayangkan, terdapat coretan berwarna merah yang terbaca seperti tulisan 'gak ada' di bagian tengah.

Tak lama, tayangan video Ma'ruf sempat hilang meski suaranya masih terdengar. Tayangan pun berganti menjadi tambilan WhatsApp Web yang dicoret.

Baca juga: Video Viral Warga Tolak Tim Medis yang Akan Lakukan Rapid Test, Ini Tanggapan Dinkes Ambon

Gangguan itu berhenti setelah tayangan video Ma'ruf yang berdurasi sekitar 17 menit itu berakhir.

Sejumlah peserta webinar terkejut dengan hal itu. Mereka bertanya di kolom percakapan di aplikasi Zoom tersebut.

Sementara itu, juru bicara Wapres Masduki Baidlowi meminta UIN Malang mencari tahu penyebab insiden tersebut.

"Tentu saja saya menyesalkan atas terjadinya gangguan tersebut. Apalagi jika kejadian itu disengaja pihak tertentu," kata dia.

 

Baca juga: Zoom Hanya Beri Perlindungan Keamanan bagi Pelanggan Premium

Selain Ma'ruf, webinar ini juga dihadiri sejumlah akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim, seperti Rektor UIN Maulana Malik Ibarahim Abdul Haris.

Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah juga hadir dalam diskusi daring itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X