Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Kompas.com - 05/06/2020, 06:07 WIB
Ilustrasi peti mati. SHUTTERSTOCKIlustrasi peti mati.

KOMPAS.com- Peti jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) Sumatera Selatan terjungkal saat hendak dimakamkan.

Akibatnya, keluarga mengamuk dan mencaci-maki petugas be-APD yang tengah memakamkan.

"Angkat, angkat, bukan angkat kotak, angkat jenazahnya!" teriak seorang wanita yang merupakan anggota keluarga almarhumah saat pemakaman.

Baca juga: Sederet Cerita Jenazah Pasien Corona Nekat Dibawa Pulang hingga Dimandikan, Ada yang Menginfeksi 15 Warga

Berawal petugas belum siap

Pemakaman Standar covid19 oleh Relawan - Pemakaman Standar covid19 oleh Relawan
Kejadian itu bermula ketika tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI hendak menguburkan PDP yang meninggal.

Namun petugas masih terlihat bingung menentukan posisi kepala jenazah.

Peti pun akhirnya dibuka untuk melihat posisi kepalanya.

Peristiwa terjungkalnya peti terjadi ketika petugas menggeser kayu di atas liang lahad.

Sebelum dimasukkan, peti jenazah diletakkan di atas kayu. Di bawahnya disiapkan tali untuk menurunkan peti.

Namun petugas yang menahan tali diduga dalam posisi belum siap.

Peti pun terjungkal. Akibatnya, posisi kepala jenazah berada di bawah sedangkan kakinya di atas.

Baca juga: Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

Keluarga minta jenazah diangkat

Melihat hal tersebut, keluarga almarhumah mengamuk dan mencaci maki petugas dengan kata-kata kasar.

"Angkat, angkat, bukan angkat kotak, angkat jenazahnya!" ujar salah seorang wanita.

Amukan itu juga dipicu lantaran petugas masih kebingungan usai peti terjungkal.

Petugas akhirnya mengangkat peti dari liang lahad dan memasukkan jenazahnya.

Kejadian itu rupanya terekam dalam video berdurasi 7 menit 49 detik dan viral di media sosial.

Baca juga: Kisah-kisah Penjemputan Pasien Positif Corona, Warga Dipeluk agar Tertular hingga Petak Umpet dengan Petugas

Gugus tugas: kami mohon maaf

Ilustrasi makam.Shutterstock Ilustrasi makam.
Informasi mengenai terjungkalnya peti jenazah PDP Covid-19 dibenarkan oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 PALI Junaidi Anuar.

Junaidi pun meminta maaf mewakili para petugas pemakaman.

"Itu di luar dugaan kami. Kami mohon maaf kepada keluarga," tutur dia, Kamis (4/6/2020).

Ia memastikan petugas akan lebih berhati-hati dalam memakamkan jenazah agar kejadian tersebut tak lagi terulang.

"Petugas sebenarnya sudah dilatih, tapi ke depan kami akan lebih teliti lagi. Dengan ini kami benar-benar minta maaf kepada keluarga Almarhumah," ucap Junaidi

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Abba Gabrillin)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X