Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Kompas.com - 04/06/2020, 20:33 WIB
Sekda Provinsi Sumut R Sabrina meninjau fasilitas Wisma Atlet Pemprov Sumut, Kamis (4/6/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutSekda Provinsi Sumut R Sabrina meninjau fasilitas Wisma Atlet Pemprov Sumut, Kamis (4/6/2020)

MEDAN, KOMPAS.com – Sebanyak 130 tenaga medis dari dua rumah sakit rujukan Covid-19. yakni RS GL Tobing dan RS Martha Friska pindah dari hotel ke Wisma Atlet milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berada di Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deliserdang. 

Total ada 100 kamar yang disiapkan dan difasilitasi layaknya hotel. Mereka pindah mulai Kamis (04/06/2020). 

"Hari ini, Wisma Atlet jadi tempat istirahat para dokter dan tenaga medis yang bertugas di rumah sakit rujukan kita. Saya sudah meninjau kamar-kamarnya, sudah memadai dan fasilitasnya layak seperti hotel. Satu kamar akan diisi dua orang," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina usai meninjau wisma atlet kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Anggota DPRD Sumut Nyaris Baku Hantam dengan Petugas, Berawal dari Timbangan Bantuan Sembako yang Berkurang

Sabrina berharap para tenaga kesehatan bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman sehingga dapat lebih fokus dan maksimal menangani pasien.

Apabila tenaga medis nyaman dan senang, imunitas tubuhnya akan bertambah. 

Efisiensi anggaran

Ditanya alasan menjadikan wisma atlet penginapan, jawabnya dalam rangka efisiensi anggaran. 

"Kita punya fasilitas kenapa tidak dimanfaatkan? Sebelumnya memang wisma ini belum siap sehingga baru hari ini bisa dioperasikan," ucap Sabrina.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, awalnya wisma disiapkan untuk atlet yang akan bertanding pada PON 2024.

Baca juga: Jubir Covid-19 Sumsel: 109 Tenaga Medis Ogan Ilir Dipecat, Kita Masih Butuh Mereka

 

Situasi pandemi membuat kebijakan untuk mendahulukan kepentingan umum. Untuk penerapan protokol kesehatan kepada petugas wisma, pihaknya bekerjasama dengan dinas kesehatan. 

"Supaya mereka pun aman dan pelayanan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Lebih lebar dan nyaman dibanding hotel

Salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di RS GL Tobing Sri Wahyuningsi Lubis mengaku senang dipindahkan dari hotel ke wisma. 

"Secara pribadi, saya lebih suka di sini. Lebih lebar dan nyaman, kalau di hotel, kan terbatas. Harusnya dari awal kami di sini," kata Sri.

Selama ini, para tenaga medis menginap di hotel yang berada dekat dengan rumah sakit. Anggaran yang dihabiskan untuk membayar kamar hotel sebesar Rp 400 juta-an setiap bulan. 

"Sekarang, anggaran bisa diminimalkan. Kita hanya bayar konsumsi dan pelayanan seperti cleaning service dan laundry,” kata Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X