Bayi Disiksa secara Sadis hingga Tewas, Ayah Tiri Ditembak Polisi

Kompas.com - 04/06/2020, 17:57 WIB
Ilustrasi penembakan ShutterstockIlustrasi penembakan

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap seorang pria yang menganiaya anak tiri hingga tewas di Kota Pekanbaru, Riau.

Pelaku adalah Harisman (30) warga Jalan Sidodadi, Kelurahan Penghentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Harisman menyiksa anak tirinya yang masih berusia 1,5 tahun hingga tewas.

Pelaku mencoba melarikan diri saat penangkapan, sehingga kakinya terpaksa ditembak polisi.

"Pelaku ditangkap di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas karena mencoba melarikan diri," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Jumlah Pasien Corona di Kabupaten Bogor Bertambah

Setelah itu, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru, untuk diberikan penanganan medis.

"Pelaku saat ini diamankan di Polresta Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sebut Budhia.

Diberitakan sebelumnya, Harisman (30) tega membunuh anak tirinya dengan cara disiksa.

Aksi penganiayaan dilakukan Harisman di rumahnya, pada Rabu kemarin, sekitar pukul 23.00 WIB.

Aksi tersebut diketahui tiga orang saksi, yakni Reka (20) ibu kandung korban dan dua tetangganya, Willy (25) dan Andi (30).

Baca juga: Dibebaskan dari Tahanan, Begini Tanggapan Youtuber Ferdian Paleka

Menurut keterangan Willy dan Andi, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka mendengar suara benturan ke dinding.

Namun, kedua saksi tidak menghiraukan.

Kemudian pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, saksi mendengar suara teriakan minta tolong dan melihat pelaku keluar dari rumah bersama istrinya.

Berdasarkan keterangan istri pelaku, korban dianiaya karena rewel dan menangis.

Baca juga: Bayi 1,5 Tahun Tewas Mengenaskan Disiksa Ayah Tiri, Dada Diinjak hingga Tak Bergerak

Namun, sang Ibu tidak bisa berbuat banyak ketika suaminya melakukan kekerasan terhadap bayinya.

Menurut polisi, saat korban menangis, ayah tirinya menggendongnya dan memasukannya ke dalam bak mandi.

Korban yang masih tetap menangis, membuat pelaku emosi dan kembali menenggelamkan korban ke dalam bak mandi.

Tidak selesai di situ, pelaku membawa korban ke kamar dan membenturkan kepala korban ke dinding.

Istri korban sempat dipukul oleh pelaku saat berusaha menghentikan aksi penganiayaan tersebut.

Pelaku juga mengancam istrinya agar tidak memberitahukan pada orang lain.

Setelah itu, pelaku kembali menyiksa korban. Pelaku menginjak dada korban hingga terdiam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Regional
Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X