Kompas.com - 04/06/2020, 11:08 WIB
Warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah mengamuk saat tim gugus tugas dan tenaga medis yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap datang ke kampung itu untuk menjemput seorang PDP  kabur dari RSUD Masohi, Jumat (29/5/2020) Tangkapan layarWarga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah mengamuk saat tim gugus tugas dan tenaga medis yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap datang ke kampung itu untuk menjemput seorang PDP kabur dari RSUD Masohi, Jumat (29/5/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh mengungkapkan, proses karantina bagi warga yang diduga terpapar corona maupun bagi para pelaku perjalanan yang datang dari zona merah adalah hal yang biasa.

Pontoh mengatakan, warga tidak perlu beranggapan bahwa karantina itu seperti penyiksaan.

Sebab, prosedur karantina bagi setiap warga merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Pontoh menanggapi kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang memilih kabur dari rumah sakit, hingga berujung pengusiran para tenaga medis saat akan menjemput pasien tersebut di kampung halamannya di Maluku Tengah.

Baca juga: Pesawat TNI AU Dikerahkan Cari 10 Penumpang Speedboat yang Hilang di Maluku Tenggara

“Jadi, jangan sampai ada yang beranggapan karantina itu seperti penyiksaan, tidak boleh,” kata Pontoh, kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Dia menuturkan, pasien berinisial AT yang kabur dari RSUD Masohi, Maluku Tengah saat itu telah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim medis mengambil langkah untuk melakukan karantina kepada yang bersangkutan dan rencana pengambilan swab.

“Nah, dia (AT) kan belum swab saat itu, jadi petugas menjemputnya untuk mengamankan, mestinya dia dan warga kooperatif karena mengamankan itu bukan untuk mau disiksa, tapi untuk pencegahan,” ungkap dia.

Terkait aksi pengusiran warga terhdap petugas medis berpakian APD lengkap yang saat itu datang untuk menjemput AT, Pontoh mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Dia menuturkan, penolakan warga itu mengindikasikan bahwa masyarakat belum sadar tentang tugas tenaga medis di tengah pandemi corona dan betapa bahayanya virus tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.