Banjir Rob di Pekalongan Rendam Dua Kecamatan, Ribuan Warga Terdampak

Kompas.com - 04/06/2020, 09:08 WIB
Warga beraktivitas di sekitar terpaan gelombang laut pesisir Pantai Utara di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghimbau kepada warga sekitar pantai untuk waspada terhadap gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1-3 meter akibat adanya angin kencang dari laut menuju darat. ANTARA FOTO/HARVIYAN PERDANA PUTWarga beraktivitas di sekitar terpaan gelombang laut pesisir Pantai Utara di Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghimbau kepada warga sekitar pantai untuk waspada terhadap gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1-3 meter akibat adanya angin kencang dari laut menuju darat.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Banjir rob yang terjadi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyebabkan Jalan Kusuma Bangsa terendam air dengan ketinggian 30 hingga 50 centimeter.

Selain itu, kantor kecamatan Pekalongan Utara, Koramil Pekalongan Utara, kantor perbankan, masjid di Kelurahan Krapayak dan jalan depan Kampus IAIN Pekalongan juga ikut terendam.

Ketua RW 10 Kelurahan Panjang Baru Dani mengatakan, banjir merendam mengakibatkan rumah warga di pinggir pantai terendam.

"Di pinggir pantai ada 2 RW, 12 RT, dan total warga ada 1.000 orang lebih rumahnya terendam air semua. Ketinggian air dari 20 centimeter hingga 50 centimeter," ujar Dani dikutip dari Tribunjateng.com, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Dia menambahkan, gelombang air laut lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.

"Gelombang air laut hari ini lebih tinggi dibandingkan, pada tanggal (1/6/2020). Ombaknya, kali ini lebih besar. Banyak warga yang melintas dengan kendaraan di jalan ini harus turun dan mendorong." katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan, mendapat informasi dari warga, pihaknya bersama Brimob Polda Jawa Tengah telah meninjau ke lokasi.

"Kemarin saya ditelepon sama ketua RW bahwa ombak semakin tinggi. Setelah dicek memang benar ombak begitu besar. Ketinggian air juga lumayan tinggi sekitar 30 centimeter," kata Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan.

Pria yang akrab disapa Aap menambahkan, akibat gelombang tinggi ini aktivitas warga terganggu.

"Kita belum menetapkan tanggal darurat, tentunya dengan gelombang semakin hari semakin tinggi akan dievaluasi kembali," ujar Aap.

Baca juga: 3.750 Rumah hingga Kantor Kecamatan di Cilacap Terendam Banjir Rob

Kendati demikian, pihaknya telah mendengar permintaan warga meminta untuk meneruskan kembali pekerjaan tanggul yang berhenti di sisi timur. 

"Pembenahan tanggul yang ada disisi barat sepanjang 2 kilometer memang belum dikerjakan dan masih rencana untuk pembenahan," pungkasnya.

 

Artikel ini tayang di Tribunjateng.com dengan judul Tingginya Hempasan Ombak Bikin Banjir Rob di Dua Kecamatan Kota Pekalongan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X