Dinkes Kalbar Sebut Tingkat Kesembuhan Pasien Corona di Ketapang Rendah

Kompas.com - 04/06/2020, 06:38 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAKepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson menyebut, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Ketapang rendah.

Dari 21 pasien positif, lanjutnya, hanya ada 1 orang yang sembuh.

"Coba contoh Kota Pontianak yang tingkat kesembuhannya 48 persen," kata Harisson kepada wartawan, Rabu (3/6/2020) malam.

Jika belajar dari Kota Pontianak, mereka menyediakan rumah singgah yang menyiagakan perawat dan dokter setiap hari untuk memantau perkembangan pasien.

Baca juga: Kejengkelan Gubernur Kalbar Hadapi Warga yang Tak Percaya Adanya Virus Corona

Selain itu, penting juga memperhatikan menu makanan yang bergizi untuk membantu proses penyembuhan.

Harisson menilai, Dinas Kesehatan Ketapang tidak memperhatikan secara baik kondisi pasien Covid-19.

"Kalau Dinkes Ketapang tidak mampu menangani pasien, saya menawarkan untuk dibawa ke Pontianak untuk kami rawat dan kami perhatikan serius," ungkap Harisson.

Dia juga mengingatkan kabupaten lain yang angka kesembuhan kasus Covid-19 di bawah 20 persen agar lebih diperhatikan.

"Berikan menu makanan yang baik dan bergizi seperti madu dan buah-buahan sehingga membantu proses penyembuhan," pungkas Harisson.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Juni 2020

Sementara itu, sejak virus corona mewabah dan menjadi pandemi hingga Rabu (3/6/2020) 07.00 WIB, ada sebanyak 196 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Barat.

Rinciannya, sebanyak 55 orang dinyatakan sembuh, empat meninggal dunia, dan 137 pasien masih diisolasi di rumah sakit dan rumah pribadi.

Kemudian terdapat 104 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 masih diisolasi di sejumlah rumah sakit dan tempat karantina lainnya sambil menunggu hasil uji laboratorium keluar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Regional
Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Regional
Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Regional
Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Regional
Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Regional
Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Regional
Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Regional
UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X