Tempat Ibadah di Banyumas Diizinkan Dibuka Kembali, Ini Syaratnya

Kompas.com - 03/06/2020, 23:24 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sejumlah tempat ibadah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diizinkan dibuka kembali, setelah ditutup lebih dari dua bulan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan memperbolehkan umat beragama untuk menggelar ibadah di tempat ibadah.

Namun dengan beberapa pembatasan yang ketat sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

"Tempat ibadah monggo dibuka kembali, asal sesuai dengan SOP," kata Husein seusai menggelar pertemuan dengan para pemuka agama dan jajaran Forkompinda di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Husein mengatakan pembukaan masjid harus mendapat izin dari pihak berwenang. Untuk masjid mukimin atau hanya digunakan warga lokal, izin akan dikeluarkan oleh camat.

Sedangkan masjid-masjid yang sering disinggahi warga luar, izin melalui bupati.

"Kalau dari kami, protokol kesehatan sederhana saja. Pertama (menggunakan) masker, kedua disinfektan, tempat-tempat yang sering dipegang sering dibersihkan. Saya wanti-wanti sekali masalah masker dan disinfektan," ujar Husein.

Dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 440/557/2020 yang dikeluarkan tanggal 2 Juni 2020 telah diatur panduan lengkap penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tempat ibadah.

Dalam SK disebutkan, tempat ibadah yang diperbolehkan menggelar kegiatan agama ialah yang berada di lingkungan yang aman dari Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan dari Gugus Tugas tingkat desa/ kecamatan/ kabupaten.

Baca juga: Pemkab Banyumas Terjunkan Tim Bermotor Buru Warga Tak Bermasker

Pengurus tempat ibadah juga diwajibkan menyiapkan fasilitas cuci tangan, alat pengecek suhu tubuh dan mengatur jarak antara 1 meter-1,4 meter.

Pengurus juga diwajibkan menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan.

Sedangkan kewajiban bagi jemaah antara lain, dalam keadaan sehat, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak fisik dan menghindari berdiam lama atau berkumpul, kecuali untuk ibadah wajib.

Selain itu, dalam SK tersebut juga terdapat larangan beribadah di tempat ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit atau orang dengan penyakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X