Pemeriksaan SIKM di Tol Japek Sebabkan Kemacetan di Karawang

Kompas.com - 03/06/2020, 16:56 WIB
Sebanyak 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat di check point KM 47B Karawang Barat Jalan Tol Jakarta - Cikampek.
Dok. Jasa MargaSebanyak 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat di check point KM 47B Karawang Barat Jalan Tol Jakarta - Cikampek.

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta di kilometer 47 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), menimbulkan kepadatan lalu lintas di jalur arteri Karawang, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, Jalan Badami-Loji yang menjadi jalur alternatif menuju Bekasi dan Jakarta, dipadati mobil dari luar daerah dalam sepekan terakhir.

Bahkan, bus dan kendaraan umum lainnya juga melewati jalur ini.

Baca juga: 2.176 Calon Jemaah Haji Karawang Batal Berangkat, Daftar Tunggu sampai 2035

Kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Karawang Barat, kemudian masuk jalur Badami-Loji dan masuk ke Jalan Inspeksi Kalimalang.

Kendaraan tersebut diminta putar balik lantaran pengendara tidak dapat menunjukkan SIKM DKI Jakarta pada penyekatan di kilometer 47 Tol Jakarta-Cikampek.

Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung sejak 26 Mei 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejak jajaran Polda Metro Jaya, Pomdam Jaya dan Satpol PP DKI melakukan penyekatan secara ketat terhadap kendaraan pribadi di Tol Japek kilometer 47 menuju Jakarta, banyak kendaraan yang berputar-putar di wilayah Karawang," kata Acep.

Baca juga: Korupsi BLT Covid-19, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Acep mengatakan, banyak pengendara yang tidak mengantongi SIKM DKI Jakarta dan akhirnya mencari jalur lain yang pemeriksaannya tidak ketat.

Berdasarkan informasi yang ia terima, sedikitnya ada 4.500 kendaraan yang ditolak masuk ke DKI.

"Mereka diperintahkan putar balik dan ke luar gerbang Tol Karawang Barat tanpa pemeriksaan atau penerapan protokol kesehatan," papar Acep.

Menurut Acep, hal itu berimbas pada situasi di Kabupaten Karawang.

Sebab, tidak sedikit pengendara yang berputar di wilayah Karawang, sambil menunggu petugas lengah.

"Kondisi serupa terjadi juga di wilayah Kabupaten Bogor dan Bekasi," ujar Acep.

Acep berharap pemerintah provinsi bisa memberikan soluasi untuk mengatasinya.

"Kami kira harus ada regulasi yang sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI dengan Pemprov Jawa Barat," kata Acep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.