Kompas.com - 03/06/2020, 14:42 WIB
Setelah tiga pasien dinyatakan positif corona di Kepulauan Riau (Kepri), Plt Gubernur Kepri Isdianto menetapkan status tanggap darurat Covid-19, Kamis (19/3/2020) KOMPAS.com/HADI MAULANASetelah tiga pasien dinyatakan positif corona di Kepulauan Riau (Kepri), Plt Gubernur Kepri Isdianto menetapkan status tanggap darurat Covid-19, Kamis (19/3/2020)

BATAM, KOMPAS.com - Plt Gubernur Kepri Isdianto menyerahkan bantuan pembebasan, keringanan dan bantuan pendanaan penyelenggaraan pendidikan SMAN/S, MAN/S, SMKN/S, SLBN/S se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Bahkan besaran dana yang dikucurkan untuk untuk menggratiskan SMA Negeri sederajat di Kepri, lebih kurang Rp 24 miliar.

Covid-19 ini, kata Isdianto, menjadi pandemi yang mengancam dunia tidak terkecuali Indonesia setelah ditetapkan oleh WHO pada 11 Maret 2020 dan Indonesia menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional pada 14 Maret 2020.

"Hingga kini, Covid-19 berdampak di sejumlah sektor salah satunya pendidikan," kata Isdianto melalui telepon, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: KPAI Usulkan SPP Dikurangi Selama Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Covid-19

Isdianto melanjutkan, berdasarkan SKB 2 Mendagri dan Menkeu maka pemberian bantuan sosial Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) Ini termasuk pada Diktum Ketig, yakni Penyediaan Jaring Pengaman Sosial melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat kursng mampu yang menganlami penurunan daya beli akibat pandemi

"Untuk itu pemberian bantuan hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat sehingga proses pendidikan dapat berjalan lancar di tengah pandemi yang melanda negeri ini," terang Isdianto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isdianto mengatakan bantuan ini tidak semua siswa yang mendapatkan, dan dikhususnya kepada siswa yang orangtuanya benar-benar terdampak covid-19.

Mulai dari buru hingga pekerja harian lepas dan hal ini dikuatkan dari keterangan oleh perangkat RT RW dimana siswa tersebut tinggal.

Namun demikian Isdianto mengajak seluruh jajaran di dunia pendidikan agar bersama memerangi Covid-19 dengan semakin mendisplinkan diri mengerjakan setiap arahan dan himbauan terkait pencegahan Covid-19.

"Mari bersama kita perangi covid-19 ini, target kita bulan Agustus semua dapat berjalan normal seperti sedia kala, mudah-mudaan," tambah Isdianto.

Baca juga: Gubernur Jabar Masih Mengkaji Penangguhan Biaya SPP Siswa di Jabar

 

Di bagian lain, Sekdaprov Kepri Arif Fadillah mengatakan dampak dari Covid-19 ini sangat luat, bahkan seluruh aspek kehidupan digerogoti Covid-19 ini, termasuk pendidikan.

"Atas dasar instruksi dan SKB dari Kementerian juga SK Gubernur serta konsultasi antara Disdik, Inspektorat dan Kejati, pemberian bantuan bertujuan agar penyelenggsraan pendidikan jenjang menengah atas sederajat dapat berjalan dengan lancar di tengah pandemi covid-19," kata Arif melalui telepon, Rabu (3/6/2020).

Selain itu lanjut Arif, pemberian bantuan ini juga bermaksud untuk meringankan beban orangtua atau wali peserta didik.

Dengan kriteria penerima tergolong miskin dan atau rentan miskin yang mengajukan permohonan bantuan kepada satuan pendidikan, antara lain pekerja dengan pendapatan harian, Pekerja dengan penghasilan di bawah UMK, Pekerja korban PHK atau yang dirumahkan dan terakhir pekerja lainnya yang terdampak Covid-19.

Baca juga: SPP untuk Sekolah Swasta di Kepri Disubsidi 3 Bulan untuk Kurangi Dampak Corona

Hanya 36.496 Siswa dapat SPP Gratis Pandemi Corona

Arif Fadilla mengatakan untuk rincian bantuan tersebut diantaranya SMA sebanyak 146 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 19.694 peserta didik.

Kemudian SMK sebanyak 111 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 14.861 peserta didik.

Selanjutnya SLB sebanyak 18 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 624 peserta didik dan terakhir MA sebanyak 39 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 1.317 peserta didik.

"Sehingga total peserta didik yang menerima bantuan adalah sebanyak 36.496 orang," lanjut Arif.

Kemudian, untuk besaran bantuan sendiri, untuk satuan pendidikan Negeri berupa pembebasan pembayaran SPP selama 2 bulan (April dan Mei).

Baca juga: BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

Sedangkan untuk Swasta mendapat bantuan sosial maksimal Rp 250.000 per peserta didik selama dua bulan (April dan Mei).

"Bagi satuan pendidikan swasta yang memungut SPP di bawah nominal tersebut maka akan dibantu sebesar SPP yang telah ditetapkan di awal ajaran 2019/2020," jelas Arif.

Rinciannya adalah 134 SMA sebesar Rp 4.805.830.000, 98 SMK Negeri sebesar Rp 7. 131.416.000, 9 SLB sebesar Rp 125.200.000 dan 33 MA sebesar Rp 360.660.000.

"Sehingga jumlah bantuan untuk 36.496 peserta didik sebesar Rp 12.422.306.000 perbulan, dikali dua bulan untuk April dan Mei totalnya sekitar Rp 24 miliar lebih," pungkas Arif.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X