New Normal Parsial, Cara Salatiga Tangani Covid-19

Kompas.com - 03/06/2020, 13:56 WIB
Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Salatiga KOMPAS.com/ISTRapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Salatiga

SALATIGA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Salatiga berencana menerapkan kenormalan baru atau new normal secara parsial untuk mengendalikan penularan wabah Covid-19.

Konsep tersebut akan diaplikasikan sembari perpanjangan masa tanggap darurat yang diperpanjang satu bulan hingga 30 Juni 2020.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan rekomendasi tersebut diputuskan dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Poin-poin rekomendasi di antaranya adalah dilaksanakan rapid test secara masif di pasar, pertokoan, pabrik, perkantoran, ASN, ojol, dan sopir," jelasnya, Rabu (3/6/2020) di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Baca juga: Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda

Sementara untuk swab test secara agresif akan dilaksanakan pada kontak erat pasien positif.

Dikatakan Yuliyanto, rumah sakit dan pelayanan rujukan juga dipersiapkan. Khusus untuk RSUD Salatiga menyiapkan ruang 30 kamar.

"Gugus tugas juga berkewajiban untuk lebih intensif melindungi kelompok rentan, yakni balita atau bayi, ibu menyusui, lansia, dan penderita penyakit kronis," tegas Yuliyanto.

Untuk kluster besar penyebaran Covid-19, yakni Cempaka dan Blondo Celong, dilakukan pengetatan wilayah oleh tim gabungan.

Baca juga: Wali Kota Salatiga Sebut Penambahan Pasien Positif Corona Bukan Hal Menakutkan

Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Salatiga terbanyak dari OTG (orang tanpa gejala) sehingga seluruh masyarakat dan petugas wajib mentaati protokol kesehatan.

"Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib memersiapkan protokol kesehatan bagi mitra binaan menuju new normal," terang Yuliyanto.

Sementara untuk awal masuk sekolah, Yuliyanto mengatakan masih menunggu perkembangan.

"Soal masuk sekolah, kita lihat dulu dalam waktu dua minggu ke depan," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, pembatasan terhadap aktivitas masyarakat belum dilonggarkan.

Baca juga: Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Dia meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk memutus persebaran Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Yuni Ambarwati, mengatakan belum berani mengizinkan siswa masuk sekolah meski Kemendikbud menetapkan 13 Juli sebagai awal tahun ajaran baru.

"Bisa jadi tahun ajaran baru besok kita mulai dengan kegiatan belajar secara online," terangnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Regional
Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Regional
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Regional
Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Regional
Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Regional
Oknum PNS Pati Mabuk di Tempat Karaoke Saat PPKM, Ini Kata Bupati

Oknum PNS Pati Mabuk di Tempat Karaoke Saat PPKM, Ini Kata Bupati

Regional
5 Fakta Gunung Semeru Meletus, Hujan Abu hingga Potensi Banjir Lahar Dingin

5 Fakta Gunung Semeru Meletus, Hujan Abu hingga Potensi Banjir Lahar Dingin

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Itu Bukan Pejarahan, Mereka Kelaparan'| Digigit Komodo, Tangan Bocah 4 Tahun Putus

[POPULER NUSANTARA] "Itu Bukan Pejarahan, Mereka Kelaparan"| Digigit Komodo, Tangan Bocah 4 Tahun Putus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X