Kompas.com - 03/06/2020, 11:43 WIB
AKBP Roman Smaradhana Elhaj memaparkan kronologis bentrok antarwarga dua desa/kelurahan di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan yang terjadi pada Selasa (26/5/2020) malam. Pascabentrok, polisi menetapkan sedikitnya 17 tersangka, dan sebanyak tujuh orang sudah berhasil ditangkap dan diproses secara hukum. KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBUAKBP Roman Smaradhana Elhaj memaparkan kronologis bentrok antarwarga dua desa/kelurahan di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan yang terjadi pada Selasa (26/5/2020) malam. Pascabentrok, polisi menetapkan sedikitnya 17 tersangka, dan sebanyak tujuh orang sudah berhasil ditangkap dan diproses secara hukum.

 

MEDAN, KOMPAS.com - Polisi telah mengamankan 7 orang tersangka terkait kasus perkelahian kampung di Kabupaten Tapanuli Selatan pada Selasa (26/5/2020).

Polisi masih mengejar 8 orang tersangka lainnya yang belum tertangkap. 

"Kaitan dengan perkelahian kampung di Tapanuli Selatan, yang sudah ditetapkan tersangka ada 15 orang, 7 sudah ditahan, 8 masih dalam pengejaran," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan usai konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (2/6/2020). 

Dia berharap agar para pelaku segera menyerahkan diri karena pihaknya terus melakukan pengejaran.

Baca juga: Polisi Tahan 7 Warga Pasca-bentrok di Tapanuli Selatan

 

Dijelaskannya, pasca-kejadian, Polres Tapanuli Selatan langsung bekerja sama dengan unsur TNI dan BKO Brimob Polda Sumut untuk mengantisipasi tawuran susulan dan sampai saat ini situasi sudah aman. 

Kronologi kejadian

Diketahui, perkelahian itu terjadi dua kali dalam 1 hari. Yang pertama, gara-gara mainan anak (tembak-tembakan mainan) antarara warga Desa Huraba dan warga Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan. 

Saat itu, anak-anak dari Desa Huraba menembaki pengendara yang melintas menggunakan senjata mainan.

Warga asal Kelurahan Pintu Padang yang melintas dan melihat kejadian itu menegur dan membubarkan anak-anak dari Desa Huraba. Teguran itu dibalas dengan pemukulan kepada warga Kelurahan Pintu Padang. 

Atas kejadian itu, masing-masing pihak saling melapor ke polsek masing-masing dan mengumpulkan massa lalu saling menyerang dengan batu.

Warga kedua desa itu juga membakar ban bekas hingga menutup akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Mandailing Natal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X