Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Kompas.com - 02/06/2020, 21:11 WIB
Mahout di Elephant Response Unit melakukan monitoring pergerakan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Minggu (30/7/2017). Gajah-gajah jinak milik Elephant Response Unit dilatih untuk digunakan mengatasi konflik gajah liar dengan warga di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMahout di Elephant Response Unit melakukan monitoring pergerakan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Minggu (30/7/2017). Gajah-gajah jinak milik Elephant Response Unit dilatih untuk digunakan mengatasi konflik gajah liar dengan warga di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas.


LAMPUNG, KOMPAS.com - Meski Lampung Timur telah dinyatakan sebagai salah satu dari 102 kabupaten/kota berstatus zona hijau virus corona, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) belum berencana membuka akses bagi wisatawan maupun peneliti.

Humas TNWK Sukatmoko mengatakan, pihaknya masih merumuskan bagaimana penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, khususnya dalam sektor wisata gajah.

"Apalagi wisata gajah, kan kebanyakan pengunjung itu ingin naik gajah. Tidak mungkin protokol social distancing diterapkan, jarak minimal 1 meter, begitu," kata Sukatmoko saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Korupsi BLT Covid-19, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap

Sebelum ditutup, pengunjung yang datang ke balai pelatihan dan konservasi gajah di Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur ini bisa mencapai 2.000 - 5.000 orang per bulan.

Terlebih di saat libur Lebaran dan sekolah, pengunjung bisa mencapai lebih dari 20.000 orang per bulan.

"Pengujung pun biasanya berinteraksi dengan gajah, menyentuh gajah," kata Sukatmoko.

Baca juga: Tidak Ada Warga yang Terjangkit Corona, Ini Strategi Lampung Timur

Selain itu, banyaknya wisatawan dan peneliti dari mancanegara juga harus menjadi perhatian khusus.

Sukatmoko mengatakan, pihaknya harus berhati-hati dalam merumuskan protokol kesehatan.

"Apakah harus ada surat kesehatan dan bebas Covid-19 atau bagaimana," kata Sukatmoko.

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Timur mengatakan, pihaknya masih menggodok rencana pemberlakuan new normal atau era norma baru.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur Nanang Salman Saleh mengatakan, saat ini masih dalam tahap persiapan untuk menyusun protokol kesehatan di semua lini, termasuk pariwisata.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X