Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Kompas.com - 02/06/2020, 17:45 WIB
Proses evakuasi pencari pohon serut Ahmad Satiri alias Ambon (37) warga Banjardowo RT 01 RW 05, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri di perbukitan Bulu, Kabupaten Sukoharjo hingga Senin (1/6/2020) dini hari pukul 01.00 WIB. (Tribun Solo/Istimewa) Proses evakuasi pencari pohon serut Ahmad Satiri alias Ambon (37) warga Banjardowo RT 01 RW 05, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri di perbukitan Bulu, Kabupaten Sukoharjo hingga Senin (1/6/2020) dini hari pukul 01.00 WIB. (Tribun Solo/Istimewa)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Ahmad Satiri alias Ambon (37), warga Banjardowo RT 01 RW 05, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tewas setelah sebagian badannya tergencet batu hingga beberapa jam.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketika itu korban hendak mencari tanaman serut untuk keperluan bonsai di wilayah hutan daerah Sukoharjo.

Diduga karena tergiur dengan keuntungan yang didapat, korban tidak memperhatikan keselamatan dirinya.

Hingga kemudian saat hendak mengambil pohon serut, batu besar di atasnya longsor dan menimpa sebagian badannya.

Korban tergiur keuntungan

Ilustrasi uang pinjaman.Dok. Kredivo Ilustrasi uang pinjaman.

Kapolsek Bulu Iptu Dalmadi mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait peristiwa tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari informasi yang diterima, korban sempat diingatkan rekannya untuk tidak memaksakan diri mengambil pohon serut tersebut.

Sebab, lokasinya dianggap berbahaya dan medannya cukup curam.

"Sebenarnya sudah diingatkan agar tidak diambil, karena medannya cukup terjal dan berbahaya," terangnya.

"Namun korban nekat, mungkin tergiur dengan keuntungan bila berhasil menjual kayu serut tersebut," imbuhnya membeberkan.

Saat korban mencoba mengambil kayu serut yang berada di dekat batu besar, tiba-tiba batu itu longsor.

"Batu itu menimpa kaki korban dan tergencet," tandasnya.

Baca juga: Warga Tewas Usai Tergencet Batu selama 10 Jam, Berawal Saat Mencari Bonsai di Perbukitan

Proses evakuasi 10 jam

Ilustrasi hutanAlfian Kartono Ilustrasi hutan

Dalmadi mengatakan, ketika mendapatkan laporan itu pihaknya langsung menindaklanjutinya bersama tim SAR.

"Saat kami dapat laporan, kami teruskan kepada Muspika dan tim SAR," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (1/6/2020).

Setelah itu, pihaknya langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Upaya evakuasi baru bisa dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB.

Lamanya waktu tersebut karena medannya cukup terjal dan jaraknya juga cukup jauh dari jalur utama.

Sementara Kepala Desa Kedungsono Supriyanto mengatakan, proses evakuasi korban tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 jam.

Pasalnya, pada pukul 01.00 WIB, batu yang menimpa sebagian badan korban baru bisa diangkat menggunakan alat bantu.

Baca juga: Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Korban dalam kondisi sadar

Ilustrasi rumah sakit, layanan kesehatan dasar disarankan dipisahkan dengan penanganan pasien Covid-19, baik yang ODP maupun PDP.SHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit, layanan kesehatan dasar disarankan dipisahkan dengan penanganan pasien Covid-19, baik yang ODP maupun PDP.

Saat proses evakuasi berlangsung sekitar 10 jam itu, menurut Supriyanto korban dalam kondisi sadar.

Sebab, batu tersebut hanya menimpa kakinya.

Petugas yang datang melakukan evakuasi juga membawa tenaga medis untuk memantau kondisi korban.

"Tim SAR juga membawa tim medis, dan sempat diinfus juga," jelasnya.

"Jam 22.00 WIB juga sempat di tensi, dan normal," imbuhnya.

Setelah batu berhasil diangkat sekitar pukul 01.00 WIB, korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Namun saat mendapat perawatan di rumah sakit itu korban dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya.

"Saya dapat kabar kalau korban meninggal dunia di RS Karima Utama pada Senin pukul 05.00 WIB," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kisah Nestapa dari Bulu : Demi Bonsai Langka Buruan Kolektor, Ambon Tewas Tergencet Batu di Hutan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

Regional
3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

Regional
Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Regional
Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Regional
Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Regional
Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Regional
2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

Regional
Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Regional
Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X