Misteri Peti Mayat Warna Merah yang Hanyut di Sungai, Dibuang karena Tak Dipakai Sejak Tahun 2017

Kompas.com - 02/06/2020, 12:40 WIB
Peti mati yang ditemukan saat hanyut di sungai Belo, Kecamatan Ganra, Soppeng, Minggu (1/6/2020). Dok BPBD SoppengPeti mati yang ditemukan saat hanyut di sungai Belo, Kecamatan Ganra, Soppeng, Minggu (1/6/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Warga Desa Belo, Kecamatan Ganra, Soppeng geger setelah melihat peti mati warna merah hanyut di sungai desa pada Minggu (31/5/2020) sore.

Hari itu hujan turun sangat deras. Peti mati yang tetutup rapat hanyut dan terseret arus sungai hingga berhenti di tumpukan sampah.

Warga di sekitar takut mengevakuasi peti mati berukuran 1 x 2 meter tersebut. Selain karena arus sungai yang cukup deras, warga juga khawatir peti mati tersebut berisi mayat.

Baca juga: Ini Alasan Pemilik Buang Peti Mati di Sungai

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Soppeng langsung turun tangan mengevakuasi peti mati.

Petugas tak langsung membuka peti mati warna merah tersebut. Namun peti mati warna merah tersebut segera dievakuasi ke rumah sakit.

Setelah dibawa ke rumah sakit, peti mati tersebut dibuka dihadapan petugas kepolisian dan koramil. Ternyata peti mati tersebut kosong.

"Saat ditemukan langsung dibawa ke rs untuk dibuka karena kami tidak punya hak untuk buka. Saat di rs ada kepolisian dan koramil. Saat dibuka ternyata isinya kosong," ujar Kepala BPBD Soppeng Shahrani, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Geger Peti Mati Hanyut di Sungai, Ternyata Sengaja Dibuang

Dibuang karena tak dipakai sejak tahun 2017 lalu

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menemukan pemilik peti mati merah tersebut.

Pemilik adalah salah satu warga di Kecamatan Ganra. Kepada polisi, pemilik mengaku sengaja membuang peti mayat tersebut karena sudah tak terpakai sejak tahun 2017 lalu.

"Orangnya (mayat) sudah dikuburkan terus karena (pemilik) bingung mau dibuang makanya dihanyutkan. Tidak ada motivasi lain kok," kata Kapolres Soppeng AKBP Puji Saputro saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Cerita di Balik Peti Mati Hanyut di Sungai, Warga Ketakutan dan Ternyata Kosong

Puji mengatakan, kini peti tersebut sudah diamankan pihak kepolisian setelah dibawa ke Rumah Sakit Latemmamala Soppeng.

Ia lalu mengimbau kepada warga setempat untuk tidak lagi mengkhawatirkan peti mati tersebut.

"Tetap kita amankan jangan sampai orang salah persepsi lagi dan berlainan nanti," Puji menambahkan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Himawan | Editor: David Oliver Purba, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang 'Lebai' Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Gubernur Kalbar Sindir Kepala Daerah yang "Lebai" Tangani Corona: Jangan Pencitraan

Regional
Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Menyoal Dugaan Perkosaan dan Penjualan Bocah 14 Tahun Korban Pencabulan oleh Kepala P2TP2A

Regional
Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Kisah Dita Leni Ravia, Siswi SMKN di Gunungkidul yang Namanya Viral...

Regional
PDP Covid-19 Tewas Setelah Lompat dari Lantai 3 RSUD Sunan Kalijaga Demak

PDP Covid-19 Tewas Setelah Lompat dari Lantai 3 RSUD Sunan Kalijaga Demak

Regional
Viral, Unggahan Peserta UTBK Unair Tentang Hasil Rapid Test Covid-19 Diubah Reaktif

Viral, Unggahan Peserta UTBK Unair Tentang Hasil Rapid Test Covid-19 Diubah Reaktif

Regional
Dikunjungi Wapres dan Dipuji Menteri, Ini Kata Kepala SMAN 4 Sukabumi

Dikunjungi Wapres dan Dipuji Menteri, Ini Kata Kepala SMAN 4 Sukabumi

Regional
Pemkab PPU Dukung Pembangunan Lanud Berskala Besar di Ibu Kota Negara Baru

Pemkab PPU Dukung Pembangunan Lanud Berskala Besar di Ibu Kota Negara Baru

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Sempat Dianggap Melawan Kepercayaan Suku Pedalaman Jambi (2)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Sempat Dianggap Melawan Kepercayaan Suku Pedalaman Jambi (2)

Regional
Remaja yang Tewas Usai Latihan Silat Diduga Ditendang Lebih dari 2 Orang

Remaja yang Tewas Usai Latihan Silat Diduga Ditendang Lebih dari 2 Orang

Regional
Pemkab PPU Fasilitasi Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Jalani Rapid Test Gratis

Pemkab PPU Fasilitasi Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Jalani Rapid Test Gratis

Regional
Paparkan 9 Raperda Kabupaten PPU, Bupati AGM: Realisasi Pendapatan 2019 Rp 1,6 Triliun Lebih

Paparkan 9 Raperda Kabupaten PPU, Bupati AGM: Realisasi Pendapatan 2019 Rp 1,6 Triliun Lebih

Regional
Dijanjikan Pekerjaan,Vanny Dibunuh di Penginapan Satu Hari Sebelum Ulang Tahun

Dijanjikan Pekerjaan,Vanny Dibunuh di Penginapan Satu Hari Sebelum Ulang Tahun

Regional
2 Kapal dan 13 Kru yang Hilang di Nias sejak 22 Juni 2020 Belum Ditemukan

2 Kapal dan 13 Kru yang Hilang di Nias sejak 22 Juni 2020 Belum Ditemukan

Regional
BERITA FOTO: Detik-detik TNI Selamatkan 22 WNI di Kapal China di Perairan Kepri, Ada Jasad di Freezer

BERITA FOTO: Detik-detik TNI Selamatkan 22 WNI di Kapal China di Perairan Kepri, Ada Jasad di Freezer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X