Polisi Menyamar, Bongkar Kedok Kontrakan di Bandung yang Jadi Pabrik Tembakau Sintetis

Kompas.com - 02/06/2020, 12:32 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti tembakau sintetis di rumah kontrakan yang jadi pabrik tembakau sintetis di Cimahi Bandung, Senin (1/06/2020). Dok. ISTIMEWAKapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti tembakau sintetis di rumah kontrakan yang jadi pabrik tembakau sintetis di Cimahi Bandung, Senin (1/06/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polres Cimahi berhasil mengungkap industri rumahan pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah kontrakan yang dijadikan gudang narkoba di Gang warna Cinta, Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojong Loa Kidul, Bandung.

Polisi mendapatkan sejumlah barang bukti di lokasi yakni tembakau paperka original sisa produksi, tembakau paperka mix sisa produksi, tembakau gayo sisa produksi, bibit sintetis, botol alkohol etanol dan metanol.

Alat-alat produksi seperti botol pewarna, semprotan metanol pewarna, timbangan, kertas papir, plastik bening, kompor gas, cawan lab, kater, saringan, dan alat produksi lainnya. Selain itu, polisi juga mengamankan narkotika jenis tembakau sintetis.

Baca juga: Racik Tembakau Sintetis, 3 Mahasiswa Ditangkap di Apartemen Mewah

Polisi menyamar

Pengungkapan ini berdasarkan penyelidikan terkait adanya peredaran tembakau sintetis di Cimahi.

Polisi kemudian melakukan penyamaran hingga akhirnya berhasil menangkap DS (19) pada Minggu (31/5/2020) di Cimahi dengan barang bukti lima linting tembakau sintetis.

Berdasarkan hasil pengembangan, polisi juga menangkap rekan DS yakni PS (20) di Cibaduyut, Kota Bandung.

PS sendiri yang menjadikan rumah kontrakannya sebagai pabrik rumahan pembuatan tembakau sintetis itu.

"Pengungkapan ini adalah hasil kerja sama kepolisian dan masyarakat," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Marzuki dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020)

Menurut Yoris, tersangka belajar meracik tembakau sintetis ini dari seorang buronan yang masih dalam pengejaran.

Baca juga: Ini Penyebab Tewasnya Jasad Perempuan Terlilit Sarung di Kontrakan Suami Penyekap Istri

Dipasarkan via medsos, raih Rp 175 juta seminggu

 

Beberapa lintingan berhasil di produksi tersangka untuk kemudian dijual kembali. Keduanya bahkan memasarkannya di media sosial seperti Instagram.

Dalam satu minggu, keduanya mendapat keuntungan hingga mencapai Rp 175 juta.

Adapun beberapa bulan terakhir ini, tersangka memasarkannya di Bandung Raya hingga beberapa daerah di pulau jawa ini.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) Subsider pasal 113 ayat (1) dan atau pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tahanan Polsek Sukarami Palembang Kabur, Jebol Plafon, Dibantu Istri dan Keponakan

5 Tahanan Polsek Sukarami Palembang Kabur, Jebol Plafon, Dibantu Istri dan Keponakan

Regional
Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Gugus Tugas: yang Datang hanya 28 Orang

Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Gugus Tugas: yang Datang hanya 28 Orang

Regional
105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

105 Siswa Secapa AD Positif Corona, Wali Kota Bandung Minta Puskesmas Tracing Warga Sekitar

Regional
Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Anggaran Dipakai untuk Covid-19, Pembangunan Jalan Pakai Dana Pribadi Ketua DPRD

Regional
Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Kejujurannya Viral di Media Sosial, Driver Ojol Ini Mengaku Rp 35.000 Itu Bukan Haknya

Regional
Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Sosok Ojol Viral yang Kembalikan Uang Penumpang: Aktif di Pengajian, Pakai Motor Pemberian Teman

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Unair Diubah Reatif, Kampus Sebut Tak Sengaja Tertukar

Regional
Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Sebelum Lompat dari Lantai 3 RSUD Demak, PDP Covid-19 Rindu Keluarga dan Ingin Pulang

Regional
Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Menjelang Aktivitas di Sekolah, 1.700 Guru di Pariaman Tes Swab

Regional
Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Dibangun Desember 2020

Regional
Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Regional
Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Hasil Rapid Test Peserta UTBK Diubah Menjadi Reaktif, Ini Penjelasan Unair

Regional
Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Gelapkan Uang Nasabah Bank Jatim Rp 7,7 Miliar, Ani Fatini Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Regional
Kisah Maria 'Sang Dokter Rimba', Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Kisah Maria "Sang Dokter Rimba", Ambil Alih Tugas Dukun Hantu Pedalaman Jambi (3)

Regional
Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Aksi Perampokan Pecah Kaca Mobil Terjadi di Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X