Biaya Tes Swab Mandiri di Riau Rp 1,7 Juta, Gugus Tugas: Kita Paling Murah se-Indonesia

Kompas.com - 02/06/2020, 12:15 WIB
Ilustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi peneliti sedang bekerja di laboratorium.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau menanggapi adanya anggapan mahalnya biaya tes swab mandiri Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau di Kota Pekanbaru.

Rumah sakit pelat merah itu mematok harga tes swab Rp 1,7 juta perorang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyampaikan bahwa harga tes swab mandiri di Riau paling murah jika dibandingkan dengan daerah lain.

"Perlu saya sampaikan bahwa untuk biaya tes swab mandiri di Provinsi Riau, se-Indonesia kita yang paling murah," sebut Yovi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Ini Syarat Warga Semarang Kantongi Surat Bebas Covid-19

Dia menyebutkan, misalnya di Kalimantan harga tes swab mandiri Rp 2,1 juta. Kemudian, Laboratorium Biomolekuler Universitas Indonesia seharga Rp 1,8 juta dan di Laboratorium Eijkman sebesar Rp 1.750.000.

Sedangkan di Riau, sebut dia, hanya Rp 1,7 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, dipungutnya upah bagi masyarakat yang ingin melakukan tes swab, karena pengadaan alat swab merupakan anggaran milik pemerintah.

Uang yang dibayarkan oleh masyarakat juga disetorkan ke kas daerah.

''Upah itu akan disetor ke kas daerah, karena itu adalah uang rakyat," jelas dokter spesialis paru ini.

Baca juga: Siap-siap, Pendatang Tanpa SIKM Harus Bayar Tes Swab Rp 1,2 Juta

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly Husnedi menegaskan, pemeriksaan hasil swab yang dilakukan di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad tidak dijadikan bisnis.

Pihaknya membuka jalur mandiri bagi masyarakat yang ingin tes swab. 

"Kita hanya ingin memfasilitasi masyarakat umum, yang akan bepergian keluar kota, terutama ke Jakarta," terang Nurzelly kepada wartawan, Selasa.

Dia menjelaskan, tes swab ini dibuka karena pemerintah mewajibkan setiap orang yang masuk ke suatu wilayah harus menunjukkan hasil swab dari daerah asal. 

Hal itu untuk memastikan seseorang bebas dari Covid-19.

 

Sebelumnya, sebut Nuzelly, awalnya tes swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Ahmad hanya difokuskan untuk memeriksa pasien dalam pengawasan (PDP) di Riau.

Namun, setelah itu tes swab dibuka jalur mandiri atas saran Gubernur Riau, yang menginginkan difasilitasi dan meringankan warga Riau yang akan ke luar kota.

"Pastinya tes swab mandiri ini bukan untuk tujuan komersil. Tapi, pada intinya masyarakat harus menjaga kesehatan dan tidak bepergian dulu kecuali terlalu penting. Dan tidak mungkin pemerintah membiayai semua masyarakat dengan gratis hasil swab," kata Nurzelly.

Dia juga menyarankan, agar warga Riau tidak bepergian ke luar kota dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Sekarang ini bagaimana kita memutus mata rantai Covid-19. Apalagi, di Riau sekarang pasien positif semakin rendah, dan kalau bisa dipertahankan sampai pasien positif di Riau nol. Jangan sampai orang masuk bebas ke Riau, kita harus disiplin lagi," pungkas Nurzelly.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X