Malaysia Deportasi 73 TKI, Ada yang Ditangkap karena Melanggar Aturan Lockdown

Kompas.com - 02/06/2020, 10:30 WIB
Seorang pekerja migran Indonesia diperiksa kesehatannya udai tiba di Kantor Dinas Sosial Kalimantan Barat, Jumat (15/5/2020) malam. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeorang pekerja migran Indonesia diperiksa kesehatannya udai tiba di Kantor Dinas Sosial Kalimantan Barat, Jumat (15/5/2020) malam.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 73 pekerja migran Indonesia (PMI) kembali dideportasi dari Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPP2MI) Kalimantan Barat, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, selain karena tidak ada paspor dan visa kerja, ada juga deportan yang ditangkap karena melanggar aturan lockdown di Malaysia.

"Mereka ini memang bermasalah terkait paspor dan izin tinggal. Kemudian ditangkap polisi Malaysia akibat melanggar kebijakan lockdown. Dia didenda RM 1.000 dan ditahan di Imigrasi Malaysia sebelum dipulangkan," kata Andi, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: 1.440 TKI Pulang dari Malaysia, Ini yang Dilakukan Pemda TTU

Andi memastikan, seluruh proses pemulangan pekerja migran itu berdasarkan protokol kesehatan. Mereka juga semuanya diuji rapid test.

"Hasil rapid test-nya semua negatif. Namun mereka nanti ketika dipulangkan diminta isolasi mandiri," ujar Andi.

Dijelaskan, 73 pekerja migran itu terdiri dari 62 orang pria dan 11 orang wanita.

Kemudian, sebanyak 33 di antaranya warga Kalimantan Barat sudah langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca juga: 10 TKI NTT dari Qatar dan Malaysia Pulang Bawa Surat Bebas Corona

Sementara itu, untuk 40 warga asal luar Kalbar masih menunggu kapal keberangkatan.

"Mereka yang berasal dari luar Kalbar akan difasilitasi Dinas Sosial Kalbar," ucap Andi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X