1.440 TKI Pulang dari Malaysia, Ini yang Dilakukan Pemkab TTU

Kompas.com - 02/06/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona, vaksin virus corona

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), berencana menyewa sejumlah hotel dan losmen sebagai lokasi karantina bagi ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia.

"Informasi yang kita terima, sekitar 1.440 TKI asal Malaysia yang pulang ke TTU, sehingga kami akan menyewa hotel dan losmen sebagai tempat karantina. Kami akan cari hotel yang kisaran harga sewanya per malam Rp 75.000 hingga Rp 250.000," ungkap Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/6/2020) pagi.

Langkah untuk menyewa hotel atau tempat penginapan lainnya, lanjut Raymundus, karena terbatasnya jumlah lokasi karantina yang digunakan oleh pihaknya selama ini.

Baca juga: Karantina Pelaku Perjalanan, Kunci Sukses Pemda TTU Tekan Kasus Covid-19 Jadi Nol

Menurut Raymundus, sejak munculnya wabah virus corona, Pemkab TTU telah menyiapkan tiga tempat karantina bagi para pelaku perjalanan dari zona merah dan juga orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP).

Namun, kata Raymundus, tiga tempat itu memiliki ruangan yang terbatas.

"Saat ini, kami hanya memiliki tiga tempat, yakni rumah susun sebanyak 40 kamar, kemudian Balai Latihan Kerja 24 kamar dan Kantor Dinas Sosial sebanyak delapan kamar," ujar Raymundus.

Raymundus menyebutkan, ribuan TKI asal TTU yang selama ini bekerja di Malaysia akan pulang kampung pada awal Juni 2020.

Oleh karena itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTT, dan Danlanud El Tari Kupang untuk mengecek manifes para TKI yang pulang melalui Bandara El Tari Kupang.

Baca juga: Polisi Periksa Bupati TTU Terkait Kasus Penghinaan oleh 2 Anggota DPRD

"Intinya kami akan siap menampung mereka. Kalau kami sudah dapat manifes penerbangan mereka, maka kemungkinan besar kami akan jemput mereka di bandara, kemudian kami akan lakukan pemeriksaan dan mereka tidak ada ke mana-mana. Itu langkah antisipasi yang paling efektif," ujar Raymundus.

Semua TKI yang pulang itu diwajibkan untuk rapid test karena, menurut Raymundus, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, ada beberapa TKI yang positif Covid-19.

"Saya sudah minta Dinas Kesehatan untuk beli 2.000 alat rapid test. Khusus Dinas Kesehatan memang anggarannya ada Rp 620 juta khusus untuk penanganan corona dan selama ini sudah digunakan Rp 300 juta, sehingga sisanya akan digunakan untuk beli alat rapid test," kata Raymundus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X